Pada 16 dan 17 Juli bertempat di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Teater Tanah Air mempersembahkan “Spectacle HELP: A Visual Theatre Performance”. Teater Tanah Air sendiri terpilih sebagai salah satu penampil dalam festival internasional The World Festival of Children’s Performing Art yang berlangsung di Toyama – Jepang, pada tanggal 30 Juli-3 Agustus 2022.

Lakon “Spectacle HELP: A Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya yang disutradarai Jose Rizal Manua ini menampilkan 17 anak dalam pertunjukannya. “Spectacle HELP: A Visual Theatre Performance” menceritakan bulan purnama super terbit memenuhi layar. Anak-anak bersorak berlari berpasangan dari segala penjuru dunia, datang dengan seragam merah, kuning, putih, biru. Mereka menari dan menyanyikan perdamaian. Dua bandit muncul memakai pakaian perang dengan gerakan-gerakan robot bagai berasal dari planet lain. Tiba-tiba mereka berdua menembak bulan di udara. Terdengar ledakan keras. Bulan di layar besar lenyap. Layar bergetar.

Anak-anak berhenti menari dan lari kalang kabut menyelamatkan diri. Bayangan bulan di layar hilang. Anak-anak berteriak. Dua bandit menyekap anak-anak dalam plastik putih. Berkat gotong royong dan kerja sama, akhirnya anak-anak bisa membebaskan diri. Kemudian, anak-anak mengatur siasat untuk memperdaya dua bandit. Dua bandit masuk perangkap dan tertawan. Pakaiannya dipreteli. Ternyata mereka adalah dua pelarian narapidana. Pakaiannya loreng seperti bandit-bandit dalam komik.

Sutradara Jose Rizal Manua menjelaskan lebih lanjut tentang keterlibatan anak-anak dalam lakon tersebut.

“Karena tontonan merupakan nilai yang paling nyata dari apa yang didapat anak-anak dalam menyaksikan suatu pertunjukan. Tontonan yang baik itu ‘mempesonakan’ dengan cara menghadirkan kesempatan bagi anak-anak untuk mengidentifikasikan dirinya dengan tokoh-tokoh yang ada, dalam situasi yang menarik, yang bisa dipahami, bermanfaat, dan mengasyikkan,” tuturnya.

“Ini adalah suatu kesempatan yang melibatkan identifikasi anak-anak dengan sang protagonis, sang antagonis, dan karakter-karakter yang lain dalam lakon tersebut. Dari mana simpati anak-anak tergugah dengan hal yang masuk akal karena dilibatkan dengan situasinya,” imbuh Jose yang juga merupakan pendiri Teater Tanah Air.