Arifin Diterbitkan 23 July 2022

Belajar Berbahasa dari Tayangan

Pengasuhan anak yang bertaut dengan kemajuan teknologi merupakan tantangan tersendiri. Di antaranya dengan banyaknya konten visual yang ada. Maka ayah-bunda perlu memilah dan memilih tayangan yang ada. Selain itu perhatikan juga screentime dari anak. Anak perlu distimulasi dengan ragam aktivitas, misalnya motorik, kegiatan luar ruangan.

Dalam memilah dan memilih, baiknya ayah-bunda melihat terlebih dahulu tayangan yang akan diberikan kepada anak. Dikarenakan terdapat berbagai konten yang terlihat untuk anak, namun jika ditelaah ternyata tak ramah anak dan tidak baik untuk tumbuh kembang buah hati.

Dari tayangan yang ada, anak dapat belajar, di antaranya belajar berbahasa. Anak dengan daya serapnya, dapat begitu mengingat kata-kata, logat, dari tayangan yang ditontonnya. Jika menilik dari pengalaman personal parenting, maka serial kartun Upin Ipin, serta Si Aa dapat menjadi sampel.

Dari karakter Jarjit dan Ojan, anak saya belajar mengenai pantun misalnya. Kedua karakter tersebut memang gemar melantunkan pantun dalam berbagai kesempatan. Ketika Jarjit dan Ojan bertutur, anak saya seolah telah ancang-ancang bersiap untuk mendengar pantun. Di kesempatan lainnya, ia pun melantunkan pantun dari karakter Jarjit dan Ojan tersebut.

UNESCO menilai Pantun memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial namun juga kaya akan nilai-nilai yang menjadi panduan moral. Pesan yang disampaikan melalui Pantun umumnya menekankan keseimbangan dan harmoni hubungan antarmanusia.

Pantun adalah bentuk syair Melayu yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan emosi yang di dalamnya terdapat seni penyampaian metaforis menggunakan bahasa halus dan sopan.

Melalui tayangan yang ada, anak juga dapat belajar tentang ragam penutur. Masih dari sampel Upin Ipin dan Si Aa, sebagai contoh anak saya dapat membedakan diksi dari Upin, Upin, Fizi, Mail, Mei Mei, Susanti; pun begitu dengan Aa Rafathar, Kevin, Cella, Celli, Bagas, Dodo.

Masih terkait tayangan, jika ananda tiba-tiba berkata kasar atau kurang baik, hal tersebut bisa ditelusuri dengan mencari tahu tayangan apa yang ditonton si anak.