Arifin Diterbitkan 27 July 2022

Serunya Belajar Parenting

Kemajuan teknologi dapat membantu dalam parenting. Di antaranya akses terhadap informasi semakin memudahkan untuk terpapar terhadap ragam informasi parenting. Istri saya misalnya, merekomendasikan sejumlah akun Instagram dari praktisi parenting maupun praktisi kesehatan.

Tentu dengan mengikuti para ahli tersebut, ada tautan ilmu yang dapat dipetik. Beberapa hal dari masa lalu yang berupa mitos, pendapat, terkadang menemukan penjelasan ilmiahnya dari para ahli tersebut. Baik itu akhirnya sejalan, maupun meluruskan miskonsepsi dari mitos dan pendapat yang telah ada.

Menjadi orang tua merupakan pembelajaran yang terus-menerus. Selain dari “bantuan teknologi” dan para ahli tersebut, kita juga dapat belajar dari para senior seperti orang tua kita sendiri, sanak famili, teman. Belajar dari orang tua sendiri mengenai parenting, selain lebih enak secara komunikasi, mereka juga memiliki jam terbang dan pengalaman.

Untuk belajar dari orang tua, kearifan mereka menjadi hal yang penting pula. Selintasan berbagi pendapat dengan mereka, pada beberapa hal seolah merangkum pendapat dari para ahli yang baik itu kita baca, tonton, dengarkan.

Sedangkan belajar dari teman, bisa jadi sebagai curah pendapat serta membandingkan pengalaman yang dialami.

Dalam hal parenting, dari anak pun kita dapat belajar. Dengan menjadikan anak mitra. Di antaranya dengan membuat kesepakatan yang disetujui bersama. Anak saya misalnya memakai timer tertentu agar dirinya mau ke kamar mandi, makan, serta minum. Dan ternyata ia konsekuen dengan kesepakatan yang telah disetujui bersama. Tentu sekali-kali pun ada yang meleset, bukankah kita juga kadang meleset dari kesepakatan yang ada?

Mempelajari parenting juga butuh kerja sama dan sama-sama mau dari pasangan. Di antaranya jangan menimbulkan ada si good dan evil terkait peraturan tertentu. Maka ajaklah pasangan Anda untuk bersama menyelami ilmu parenting dan mempraktikkannya.