Eksperimen sains baik untuk menstimulasi tumbuh kembang anak dengan optimal. Ayah-bunda, ada beberapa aspek dalam tumbuh kembang anak, yaitu fisik, intelektual, bahasa, dan sosial emosi. Aspek-aspek tersebut perlu didukung dengan berbagai stimulasi yang baik agar tumbuh kembang anak menjadi optimal.

Salah satu bentuk stimulasinya adalah eksperimen sains. Eksperimen sains dapat membantu mengembangkan rasa ingin tahu, pemikiran kritis, dan kemauan belajar pada anak. Selain itu, anak juga dapat belajar urutan, sistematis dan aturan.

Hal tersebut penting bagi anak agar dapat menyampaikan urutan peristiwa, sebab-akibat dan memahami arahan orang tua dengan baik. Tak hanya itu, eksperimen sains juga memberi kesempatan untuk experiential learning dan discovery learning pada anak.

Eksperimen sains juga dapat memupuk anak agar mencintai sains sejak dini. Tentunya aktivitas eksperimen perlu disesuaikan dengan tahapan usia perkembangan anak. Eksperimen sains yang dilakukan baiknya interaktif dan menyenangkan.

Eksperimen sains secara sederhana dapat menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Salah satu eksperimen sains yang dapat dilakukan di antaranya dengan menggunakan bahan berikut: 3 telur ayam, tiga buah gelas, air, dan garam dapur. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

>> Mengisi setiap gelas dengan air yang tidak terlalu penuh

>> Memberi nomor pada setiap gelas, yaitu gelas pertama, kedua, dan ketiga

>> Pada gelas pertama cukup diisi air tanpa campuran apapun. Sedangkan gelas kedua diberikan campuran garam dapur sebanyak satu sendok makan penuh. Lalu gelas ketiga diberikan garam sebanyak dua sendok makan penuh.

>> Pada gelas pertama dan kedua aduk dengan sendok sampai semua garam larut

>> Setelah itu, masukkan telur yang sudah disiapkan ke setiap gelas

>> Pada eksperimen sains ini, akan terlihat telur pada gelas pertama akan tenggelam. Sedangkan pada gelas kedua, telur akan melayang di dalam air. Telur yang pada gelas ketiga akan mengambang di permukaan air.

Hal tersebut bisa dijelaskan melalui hukum Archimedes. Hukum ini menyebutkan bahwa benda yang tercelup dalam cairan akan mengalami gaya ke atas. Gaya ke atas itu terjadi karena adanya massa jenis cairan.

Adapun benda dengan massa jenis lebih kecil daripada massa cairan tidak akan bisa tenggelam.

Sumber: Antara, Bobo