Arifin Diterbitkan 8 August 2022

Bahasa Cinta & Finansial

Cinta dan finansial dapat saling bertaut dan memengaruhi. Di antaranya adalah love language, yang jika diterjemahkan sebagai bahasa cinta. Jadi kalau kita ingin lebih mencintai pasangan kita, sebaiknya menggunakan bahasa yang dia pahami. Ada 5 bahasa cinta, mulai dari waktu, kata-kata, pelayanan, quality time, hadiah. Jika kita berbicara dengan bahasa yang disukai sama pasangan kita, pasangan akan lebih menghargai kita.

Di sisi lain, bahasa cinta juga dapat memengaruhi finansial. Sebagai contoh, seorang yang memiliki bahasa cinta receiving gifts umumnya akan senang membelikan hadiah untuk pasangan. Jika hal tersebut tidak diatur dengan baik, maka bahasa cinta pun dapat mengganggu keuangan.

Kalau bahasa cintanya gift, sering memberi ke orang. Nah ini yang bisa over budget, maka harus dijaga sebisa mungkin, agar neraca keuangan tetap berada dalam keadaan sehat.

Maka keterbukaan sangat diperlukan dalam sebuah hubungan. Bagi suami-istri perlu untuk saling membicarakan keuangan bersama agar dapat mengatur pengeluaran bersama-sama. Di samping itu bahasa cinta dan finansial ini juga dapat terkait dengan menabung dan berinvestasi. Kesadaran pentingnya menabung dan berinvestasi hendaknya ada sebagai bahasan bersama.

Terbuka tentang Finansial kepada Pasangan

Apakah perkara finansial menjadi perhatian Anda dan diperbincangkan dengan pasangan sebelum menikah? Nyatanya finansial merupakan salah satu pilar bagi langgengnya pernikahan. Baik itu dari besaran finansialnya, cara memperolehnya, ada berapa besar utang-piutang yang dimiliki, dan sebagainya.

Keterbukaan tentang keuangan pun perlu di dalam sebuah hubungan. Namun, jangan memaksa pasangan untuk buru-buru membuka diri terkait finansial masing-masing.
Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan bercerita tentang finansial pribadi. Dengan demikian, obrolan pun akan mengalir sehingga kedua belah pihak dapat mengetahui informasi finansial pasangan.

Jika memiliki pasangan yang tertutup, baiknya memberikan waktu kepada pasangan untuk dapat membuka diri. Anda bisa mengajak mengobrol dulu. Misal ada juga topik tentang finansial dari media sosial bersama pasangan. Jadi dijadiin obrolan, pelan-pelan, kalau dia merasa ini adalah hubungan berharga sama kamu, dia akan mulai ikutan. Jadi kasih waktu buat dia menyesuaikan diri ke kamu.


Sumber: Antara