Arifin Diterbitkan 10 August 2022

Merekatkan Keluarga Dengan Memasak Bersama

Keluarga dapat memanfaatkan kegiatan memasak sebagai aktivitas seru untuk membangun quality time atau waktu yang berkualitas, yang bermanfaat untuk merekatkan hubungan antaranggota keluarga.

Waktu bersama keluarga tidak harus liburan pergi ke mana-mana, tapi bisa dengan aktivitas sehari-hari yang bisa dilakukan di rumah, salah satunya memasak.

Kegiatan memasak akan memunculkan banyak hal termasuk diskusi dan interaksi satu sama lain yang dapat merekatkan hubungan keluarga.

Selain itu, bau-bauan yang ditimbulkan saat memasak juga akan membuat anak terus mengingat momen bersama orang tuanya meski dia sudah tumbuh dewasa.

Penelitian menunjukkan memori bau itu akan bertahan lama. Jadi kalau anaknya sudah besar lalu mencium bau tertentu, itu akan mengingatkan bau masakan yang waktu itu dimasak bersama.

 Perlu diingat, saat mengajak anak memasak bersama, orang tua jangan menjadikan kegiatan tersebut sebagai sebuah paksaan. Seluruh anggota keluarga termasuk anak juga perlu berdiskusi terlebih dahulu mengenai waktu dan menu yang ingin dimasak.

Anak akan terdorong kalau dia melihat ini bukan kewajiban. Tetapkan misalnya Sabtu atau Minggu itu sebagai waktu bersama keluarga. Maka ada kesesuaian jadwal, lalu bicarakan menunya apa. Quality time pun dapat muncul, tak hanya saat memasaknya, tapi juga saat rapatnya, saat pembagian tugasnya.

Kemudian saat memasak, nikmati momen kebersamaannya dan jangan menerapkan banyak aturan kepada anak. Jika terlalu banyak aturan atau kritik, anak justru jadi malas mengikuti aktivitas tersebut. Selain merekatkan ikatan antaranggota keluarga, quality time melalui kegiatan memasak juga akan mengembangkan karakter anak sehingga dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri, mandiri, dan mampu bekerja sama. Di samping itu, quality time juga bermanfaat agar orang tua tidak stres.