Mari Sehat Bersama Dengan Aktif Bergerak
Arifin
Kebiasaan malas gerak alias gaya hidup sedenter adalah pola perilaku manusia yang minim aktivitas atau gerakan fisik. Beberapa faktor lingkungan yang berperan dalam gaya hidup minim gerakan fisik antara lain kemacetan lalu lintas, polusi udara, serta kurangnya trotoar pejalan kaki, fasilitas olahraga, dan taman rekreasi. Selain itu, bertambahnya waktu menonton, pemakaian gawai, dan kemudahan untuk mengakses banyak hal melalui ponsel turut berperan.
Tentu kebiasaan malas gerak ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Maka sejumlah langkah yang dilakukan sejumlah jenama untuk mendukung gerak baik dalam skala individu dan masyarakat layak diapresiasi.
Di antaranya Jacob’s di Malaysia yang memiliki kampanye #LangkahKebaikan65. Harapannya dapat menyokong usaha sehat ramai individu dengan mengumpulkan 10 juta langkah.
Lalu ada juga Pocari Sweat Run Indonesia 2022 yang digelar secara hybrid (offline dan online) pada Minggu (24/7).
Seperti dilansir liputan 6, sejumlah atlet, publik figur hingga pejabat pemerintah turut unjuk kemampuan dalam event olahraga lari yang disebut-sebut terbesar di Indonesia. Ikut hadir Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Yana Mulyana (Wali Kota Bandung), Sahrul Gunawan (Wakil Bupati Bandung), dan Bima Arya (Wali Kota Bogor). Adapun Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) ikut menyapa para pelari secara virtual. Publik figur lain yang ikut lari yaitu Agus Prayogo (Atlet lari), Sahila Hisyam, Soraya Larasati, Zee Zee Shahab, Alya Rohali, dan Najwa Shihab (Co-Founder Narasi). Kehadiran sejumlah pesohor tersebut tentu dapat memengaruhi masyarakat untuk aktif bergerak.
Tahun ini Pocari Sweat Run memecahkan rekor, yang terdaftar kurang lebih 18 ribu pelari. Dimana di Bandung (start di Gedung Sate dibatasi 5000 pelari), 13 ribunya berlari di berbagai kota di Indonesia.
Masih terkait upaya agar memasyarakatkan aktif bergerak, menurut hemat saya car free day (CFD) juga dapat dimaknai secara positif. Lazimnya CFD dilakukan pada hari Minggu. Disana masyarakat dapat berolahraga, berjalan kaki, secara leluasa, dikarenakan bebas dari kendaraan.
Upaya memasyarakatkan aktif bergerak juga dapat dilihat dengan penerapan kawasan rendah emisi di Jakarta. Hal tersebut telah dijalankan di kitaran Tebet Eco Park, serta nantinya daerah Kota Tua Jakarta.
Berbagai pedestrian yang nyaman, aman, jembar, juga dapat memantik orang untuk lebih aktif bergerak.