Hidup Hanya Sekali, Ayo Coba Berbagai Hal!
Arifin
Pesepakbola Gareth Bale memutuskan gantung sepatu di usia 33 tahun. Bale telah menjalani karier gemilang di mana ia memenangkan lima trofi Liga Champions, tiga gelar La Liga, dan mengokohkan statusnya sebagai pemain terbaik Wales yang pernah ada.
Menariknya apa yang dikatakan eks pelatih Barcelona Pep Guardiola, bahwa Bale sekarang dapat menjadi pemain golf yang fantastis setelah mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola.
Bale sendiri memang dikenal akan hobinya bermain golf.
Hal yang menurut saya menarik untuk dikulik, bahwa bahkan seorang atlet olahraga profesional pun dapat “berkarier” ataupun menyalurkan hobinya di lini olahraga lainnya.
Pada Piala Dunia 2022 lalu, salah satu meme yang cukup menarik perhatian yakni menampilkan pemain sayap Kroasia Ivan Perisic yang menekuni cabang olahraga selain sepak bola, yakni voli pantai.
Sebagai informasi Perisic berpartisipasi di 2017 FIVB Beach Volleyball World Tour. Ajang tersebut bukanlah ajang biasa. Ajang tersebut merupakan ajang kelas dunia atau sebuah kompetisi profesional bagi atlet-atlet voli pantai.
Bagi generasi 90an teramat mungkin mengingat Michael Jordan sang jago bola basket tersebut yang di tengah kariernya sempat “ubah haluan” menjadi atlet bisbol.
Masih dari ranah olahraga, peraih medali emas Olimpiade Greysia Polii ketika remaja pun pernah menjajal bermain ganda campuran. Sampai akhirnya ia mantap memilih jalur ganda putri.
Masih dari badminton, ada Yuta Watanabe yang sempat bermain di ganda putra dan ganda campuran. Tentu bermain di dua nomor tersebut memerlukan taktik dan adaptasi yang berbeda.
Sejumlah deretan nama atlet tersebut dapat menjadi referensi bagi kita untuk berani mencoba, tidak terpaku hanya pada kehidupan yang ada kini, serta keluar dari zona nyaman. Dikarenakan bisa jadi ada masanya kita harus beralih dari zona nyaman yang kita tempati sekarang.
Maka lihatlah dunia dalam “kacamata” yang lebih lapang.
Kecil hanya sekali
Muda hanya sekali
Tua hanya sekali
Hiduplah kini
Demikian yang diungkap Tulus pada lagu “Satu Kali”. Di hidup yang cuma sekali ini sesungguhnya kita memiliki ragam kesempatan untuk mencoba berbagai hal.
Perubahan kerap menjadi sesuatu yang menakutkan, membuat tidak nyaman, dan bingung. Namun, perubahan tetap perlu dilakukan bila kita ingin terus bertumbuh lebih baik.