Arfianingrum Pujiastuti Diterbitkan 20 January 2023

Masih Percaya Belum Makan, Kalau Belum Menyantap Nasi? 

Masyarakat kerap mengabaikan komposisi kalori dalam pemenuhan gizi harian mereka khususnya saat menyantap camilan. Apakah Anda salah satunya?

Seringkali orang-orang menganggap camilan dalam bentuk kecil mengandung kalori yang juga kecil. Pun begitu dengan minuman ringan, yang dipandang memiliki kalori sedikit. Namun, faktanya sering sekali snack-snack yang di pasaran sana yang mungil, rasanya enak, manis, kandungan kalorinya sering sekali cukup besar.

Selain jumlah kalori, komposisi atau jenis makanan juga menjadi hal yang kerap diabaikan orang-orang. Sebagian masyarakat berpandangan pemenuhan karbohidrat hanya dari nasi, sehingga seringkali menyantap karbohidrat dalam jumlah berlebihan.

Bahkan ada pemahaman belum mengonsumsi karbohidrat bila belum menyantap nasi. Sebagai informasi sumber karbohidrat tidak selalu nasi melainkan dapat juga kentang, ubi, jagung, talas, sereal, roti.

Miskonsepsi juga dapat terjadi di protein. Masyarakat berpikir protein identik dengan telur atau daging. Padahal protein selain dari sumber hewani, juga ada di nabati seperti tahu, tempe, maupun kacang-kacangan.

Lebih lanjut terkait lemak, yang sering dianggap identik dengan makanan yang digoreng. Ketahuilah lemak juga banyak dalam makanan-makanan lainnya yang dikenal sebagai lemak tersembunyi. Contohnya cookies, mentega atau butter di dalamnya merupakan unsur lemak.

Lemak tersembunyi juga dapat ditemui pada daging-daging terutama daging merah atau kulitnya, kulit ayam dan sebagainya.

Lalu penting juga untuk diketahui vitamin dan mineral seringkali hilang atau berkurang jumlahnya karena pengolahan makanan yang orang-orang lakukan. Buah tertentu misalnya, kaya kandungan vitamin C dalam kondisi utuh. Tetapi begitu buah diubah ke dalam bentuk jus, sehingga hanya diambil cairannya atau hanya memikirkan jumlah serat dengan pengolahan yang begitu halus, maka kandungan vitamin dan serat terkadang sudah berkurang jumlahnya.

Untuk pengetahuan, vitamin merupakan zat organik dalam jumlah kecil dalam bahan makanan alami dan termasuk nutrisi penting untuk tubuh. Terdapat 13 vitamin esensial yakni vitamin A, C, D, E, K, dan vitamin B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, B6, B12, dan folat) dengan tugas yang berbeda untuk membantu menjaga tubuh bekerja dengan baik.

Berikutnya, mengenai jadwal makan. Sebagian orang menganggap makan dua kali sehari telah cukup. Misalnya pukul 10.00 lalu saat pulang kerja. Sebenarnya hal tersebut tidak cukup baik untuk kesehatan. Sebaiknya orang-orang membagi waktu makannya dan makan secara teratur kira-kira setiap tiga jam sekali yang dimulai dari sarapan, tiga jam kemudian diselingi camilan, lalu makan siang, camilan, kemudian makan malam. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi lonjakan kalori yang demikian besar. Saat seseorang mengonsumsi kalori dalam jumlah besar dengan komposisi karbohidrat yang demikian besar, otomatis tubuh juga akan meregulasi dengan enzim-enzim yang harus dikeluarkan sekaligus dalam jumlah yang cukup besar.