Membawa Kata Kerja
Arifin
Di kereta api beragam manusia
Aku pun teringat pesan Buya Hamka: “Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja”
Di antara hiruk pikuk itu adakah yang tiada membawa kata kerja kala bekerja?
Hidup sekadar hidup, bekerja sekadar bekerja
Ada rupa-rupa kerah pekerja, menurut teori ilmu sosial
Tiap orang yang bekerja di masing-masing kerah itu dapat memaknainya kerjanya menjadi makna
Di kereta itu, mungkin ada sandwich generation yang tak sekadar bekerja untuk dirinya
Ada yang tengah merancang format mendatang dengan kerja-kerja kekinian
Ada yang mulai merakit kembali, entah setelah rupa-rupa permasalahan
Turun dari kereta itu, aku menyusuri sudut-sudut kota, ada tukang bangunan, tukang sapu jalan, tukang potong rumput, tukang pangkas rambut
Aku juga melihat mereka yang berdasi, berjas, dengan aroma mewangi
Lalu, aku pun ingat suasana desa, dimana ada petani, nelayan
Ada yang bekerja 9 to 5; ada yang sesuai musim; ada yang kala lazimnya orang tidur, ia bekerja
Ada waktu-waktu dalam ketekunan
Masing-masing dari kita bekerja di jalurnya yang ada
Berusaha memberi makna
Saling melengkapi, isi mengisi