Beri Banyak Waktu Biar Keterampilan Itu Datang Karena Terbiasa
Arifin
Segala sesuatunya butuh waktu. Termasuk untuk menjadi piawai dalam keahlian tertentu. Penulis 18 buku Dewi Lestari mengatakan tak ada shortcut untuk menjadi seorang penulis. Ia pun memberi tips agar sering-seringlah menamatkan tulisan.
Menurut penulis novel Aroma Karsa, ketika telah menamatkan tulisan inilah, maka karya dapat dinilai. Feedback, apresiasi pun dapat lebih terlihat ketika karya telah rampung.
Dengan menamatkan tulisan, maka dapat mengasah tools yang dimiliki. Selain itu dapat menjadi portofolio. Perihal mengasah tools, ibaratnya melatih otot, semakin terlatih akan semakin kuat. Pun begitu dalam hal menulis, ada jam terbang yang mematangkan dalam berkarya.
Feedback dari orang lain juga dapat menjadi sarana pembelajaran. Di antaranya sudah seberapa efektifkah kalimat yang digunakan. Apakah ide-ide yang ada di kepala dapat tersampaikan secara jernih ke pihak lain serta tidak terjadi miskonsepsi?
Hal senada terkait menjadi terampil membutuhkan waktu juga diungkapkan oleh penulis, Public Speaker & Coach Rene Suhardono. Menurutnya untuk menjadi ahli diperlukan ketekunan, serta ada gairah, kebutuhan untuk melakukan tindakan menjadi lebih baik.
Untuk menjadi piawai membutuhkan waktu, serta pembelajaran yang dapat terasa “sakit”. Konsep 10.000 jam terjun langsung dalam keahlian tertentu pun dipercaya Rene diperlukan.
Menurut Rene terkait passion merupakan aktivitas, kata kerja. Maka dibutuhkan melibatkan, mengujicobakan. Ia mengaitkan dengan perlunya tindakan. Jika passion Anda di musik, telah berapa aransemen yang dibuat, telah terlibat dalam berapa banyak projek musikal (tak sekadar menjadi konsumen pendengar musik); jika passion Anda adalah berdakwah, sudah bertemu dengan berapa orang, sudah melakukan apa saja (tak sekadar menjadi konsumen menikmati materi dakwah).