Carian
Solidaritas Di Atas Lapangan Bola, Dari Peringatan Invasi Hingga Tragedi Gempa Bumi 
February 27, 2023 Arifin

Di atas lapangan sepak bola, tak hanya sekadar 22 pemain yang berjuang untuk menjadi pemenang. Melainkan ada begitu banyak hal, nilai yang tersaji. Wajar saja mengingat milyaran manusia ikut larut dalam emosi, pertautan di atas lapangan hijau sepak bola.

Yang teranyar pada pekan ini, para pemain menggunakan ban lengan berwarna bendera Ukraina. Pada perhelatan Liga Inggris hal itu terlihat. Apa yang dilakukan sebagai peringatan sekaligus solidaritas terhadap perjuangan Ukraina. Seperti diketahui telah satu tahun berselang sejak invasi Rusia ke Ukraina yang terjadi pada 24 Februari 2022.

Solidaritas ini juga terlihat kala Arsenal memberikan ban kapten kepada Oleksandr Zinchenko yang berkebangsaan Ukraina di laga Liga Inggris pada laga akhir pekan (25/2/2023).

Masih terkait aksi solidaritas di atas lapangan hijau. Terdapat juga aksi berlutut yang dilakukan para pemain sebelum kick off pertandingan. Hal tersebut demi menyebarkan pesan anti-rasisme. Lalu Liga Premier Inggris juga menyematkan lencana ‘Tidak Ada Ruang Untuk Rasisme’ di baju yang dikenakan para pemain dan ofisial pertandingan.

Aksi solidaritas juga kontekstual dengan apa yang terjadi. Seperti pada partai antara Besiktas menghadapi Antalyaspor, Minggu (26/2/2023), sempat terhenti beberapa saat karena suporter Besiktas melempar ribuan boneka ke lapangan sebagai sumbangan untuk anak-anak korban gempa bumi.

Aksi solidaritas di lapangan hijau memperingati kematian memang lazim terjadi. Jika terdapat insan sepak bola yang meninggal dunia (baik itu pemain, mantan pemain, pelatih) lazim dilakukan mengheningkan cipta yang dilakukan sebelum sepak awal mula.

Tragedi Munich pada Februari 1958, dimana 8 pemain Manchester United (MU) tewas dalam kecelakaan pesawat juga terus dikenang setiap tahunnya. Pada laga tim Setan Merah pada 6 Februari atau berdekatan pada tanggal itu, para pemain MU menggunakan ban hitam di lengan sebagai momen peringatan.

Komen