Pembelajaran mengenai finansial kini semakin meluas. Berbagai kanal yang ada dapat digunakan untuk lebih jauh mengetahui mengenai ilmu-ilmu finansial. Pengenalan terhadap literasi keuangan semakin masif.

Maka dikenallah investasi, saham, dana darurat, persiapan pensiun, cara mengelola utang, dan sebagainya. Dalam mengelola utang misalnya, financial trainer Ligwina Hananto mengungkap salah satu caranya melalui black period. Black period menurut Ligwina ketika menghentikan semua pengeluaran lifestyle. Maka dari pendapatan yang ada, praktis digunakan untuk dua pos yakni pengeluaran rutin yang harus keluar untuk hidup dan cicilan utang. Dengan menerapkan black period ini, maka dapat memperbesar komposisi pada cicilan utang.

Perkara utang rupanya menjadi masalah universal dan menahun. Pada show Indonesian Idol Senin lalu, salah satu kontestannya menyanyikan lagu Gali Lobang Tutup Lobang yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama.

Menarik ditelusuri secara lirik, betapa terdapat pembelajaran finansial mengenai utang.

Gali lobang tutup lobang

Pinjam uang bayar hutang

Gali lobang tutup lobang

Sana lunas sini hutang

Gali lobang tutup lobang

Tetap saja ada hutang

Gali lobang tutup lobang

Hutangnya tak pernah hilang

Lalu, adakah solusi yang ditawarkan dari lagu tersebut, agar tak terperosok dan terjebak utang? Simak petikan lirik lagunya sebagai berikut (yang ternyata identik dengan saran penasihat keuangan serta para guru kehidupan):

Walau makan sederhana

(Makan nasi sambal lalap)

Walau baju sederhana

(Asal menutup aurat)

Walau makan sederhana

Walau baju sederhana

Walau serba sederhana

Asal sehat jiwa raga

Dan juga hutang tak punya…

Itulah orang yang kaya (hi-hu…)

Masih terkait utang, serial Squid Game yang mencuri perhatian dunia jika dibedah juga memiliki akar dimana mereka yang terlibat pada permainannya merupakan mereka yang berutang. Digambarkan bahwa bahkan mereka memilih mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan hadiah uang yang begitu besar. Toh kehidupan mereka di dunia nyata begitu nelangsa dikarenakan beban utang yang menumpuk.

Bagaimana karakter Seong Gi-hun yang dikejar-kejar orang karena utangnya. Atau Cho Sang-Woo sosok yang memiliki utang dalam jumlah fantastis karena kepintarannya.