Carian
Tips Menulis Cerita Anak 
March 3, 2023 Arifin

Menulis cerita anak berarti memperhitungkan beberapa unsur yakni plot, karakter, setting. Menulis cerita untuk segmentasi tertentu, perlu mengerucutkan pada kekhasan pula.

Dalam menulis cerita anak, ingatlah suara anak. Suara anak haruslah menjadi jantung dari cerita. Anak ingin melihat “diri mereka” dalam cerita yang dibacanya.

Maka perhatikan diksi dan alam pikiran anak. Untuk dapat menyelami hal tersebut, bisa dengan intens bercakap-cakap dengan anak, membaca cerita-cerita anak, menonton tayangan yang memiliki segmentasi anak, dan sebagainya.

Pembaca anak tumbuh dari berbagai kultur, kelas sosial, Anda bisa memilih mana yang mau dicuplik dan diwakili dari cerita yang dibuat. Misalnya ketika membuat cerita berlatar anak desa, maka yakinkan bahwa “dunia dalam cerita” Anda merupakan keresahan, juga keseruan anak desa yang benar adanya.

Sertakan humor dalam cerita Anda. Dengan humor, cerita menjadi lebih menyenangkan.

Perhatikan struktur dalam penceritaan Anda. Maka itulah perlu dijaga ketat dalam perencanaan, pengerjaan, serta editing. Perhatikan kombinasi plot, karakter, setting. Dan ingatlah untuk bijak dalam mengeluarkan kata. Every word counts – lazimnya cerita anak, tak bertele-tele, serta tak terlalu banyak kata yang diproduksi.

Berpikirlah dalam imajinasi anak yang liar dan seru. Dengan demikian pembaca cilik akan memiliki semangat untuk melahap cerita Anda halaman demi halamannya.

Mengujicobakan karya dapat dilakukan juga. Mintalah pembaca anak untuk membaca ceritanya. Pun begitu dengan orang tua lain dapat dimintakan pendapatnya. Apakah telah mengena di anak, serta memiliki pesan yang dapat ditangkap oleh pembaca.

Sumber: The School Magazine

Komen