Semoga Rencana Tak Sekadar Wacana
Arifin
Apakah Anda memiliki keinginan tertentu? Lazimnya untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan perencanaan. Tentu saja setelah direncanakan, dilakukan, dan dievaluasi.
Di sisi lain, bisa jadi rencana sekadar rencana. Wacana sekadar wacana. Apa yang menjadi penyebab hal tersebut dapat terjadi? Bisa dikarenakan tak memulainya saja terlebih dahulu. Seperti tagline jenama tertentu ‘Mulai Aja Dulu’, ‘Just Do It’.
Apa yang dikatakan oleh penulis Mark Twain juga layak dijadikan perenungan, “Dua puluh tahun dari sekarang, kamu akan lebih dikecewakan oleh hal-hal yang tidak kamu lakukan dibanding hal-hal yang telah kamu lakukan.”
Dalam perencanaan juga perlu dilakukan pencacahan. Ibaratnya rencana besar, dapat dibagi dalam sejumlah rencana kecil. Dengan begitu dapat lebih terukur, serta ada semangat, kegembiraan bahwa ada progres dari apa yang direncanakan.
Perencanaan juga memerlukan lini masa. Hal tersebut guna menjaga diri on the track. Di samping itu hal tersebut memudahkan dalam pengerjaan dan evaluasi.
Konsistensi, ketekunan juga diperlukan dalam memutar siklus rencana-pelaksanaan-evaluasi. Dikarenakan diperlukan kesabaran untuk melihat semuanya. Di samping itu, bisa jadi diperlukan adaptasi, inovasi, begitu dilaksanakan dan dievaluasi.
Tentu ketika rencana telah mantap perlu kiranya untuk menghadirkan tawakal. Dikarenakan sebagus-bagusnya, sedetail-detailnya rencana manusia, ada kehendak Tuhan yang menentukan dan mengandung hikmah tertentu. Berikhtiar seoptimal mungkin. Pun begitu dengan bertawakal dilakukan seoptimal mungkin.