Meredakan Depresi Dengan Berolahraga
Arifin
Ketika orang mulai berolahraga, walau hanya sedikit, maka sejumlah hal dapat terjadi, di antaranya meningkatkan kepercayaan diri.
Berolahraga juga dapat membantu orang mengelola stres, menurunkan berat badan, meningkatkan kewaspadaan mental, serta tidur lebih nyenyak.
Adapun kurang tidur dan tidur berlebihan dapat meningkatkan risiko depresi. Kesulitan tidur terkait dengan prevalensi depresi yang lebih tinggi, dan hubungan tersebut berlaku untuk semua kelompok umur. Dengan demikian, meningkatkan kualitas tidur dapat meredakan gejala depresi.
Perihal olahraga meningkatkan suasana hati secara keseluruhan, dikarenakan melibatkan sejumlah faktor. Olahraga telah lama dikaitkan dengan pelepasan endorfin (bahan kimia otak di balik perasaan euforia), serotonin (zat yang terkait perasaan bahagia).
Untuk berapa lama olahraga yang diperlukan seseorang, ketahuilah bahwa jumlah aktivitas apa pun lebih baik daripada tidak sama sekali. Seperti studi pada Januari 2018 dalam The American Journal of Psychiatry menyitir bahwa setidaknya satu jam aktivitas fisik selama seminggu, terlepas dari intensitas dapat membantu melindungi seseorang dari depresi di masa depan. Bahkan jika dilakukan kurang dari 10 menit per hari.
Sementara itu studi lainnya yang dirilis JAMA Psychiatry pada 2019 menunjukkan bahwa sekitar 15 menit sehari olahraga dengan intensitas tinggi seperti berlari, atau satu jam aktivitas dengan tingkat rendah, seperti berjalan atau melakukan pekerjaan rumah tangga, bisa melindungi dari depresi.
Pada tinjauan penelitian JAMA Psychiatry tahun 2022 mencatat jalan cepat sekitar 2,5 jam setiap minggu dikaitkan dengan risiko depresi yang jauh lebih rendah.
Sumber: Livestrong, Antara