Mata Sebagai Penanda, Dari Harry Potter Hingga Klan Uchiha
Arifin
Pada berbagai kisah, baik novel maupun film, mata menjadi hal yang ikonik. Di antaranya sebagai penanda ciri suatu karakter. Seperti Harry Potter dalam novel yang dicirikan berwajah kurus, lututnya menonjol, rambutnya hitam, dan matanya hijau cemerlang. Dia memakai kacamata bulat yang bingkainya dilekat dengan banyak selotip.
Masih terkait mata dan penyihir, pada novel Bartimaeus, para penyihir menggunakan lensa kontak. Lensa kontak digunakan di sekitar lingkaran biji mata. Lensa itu akan membantu untuk melihat sebagian kecil muslihat para demon. Lensa kontak akan membantu melihat dalam beberapa plane sekaligus, memberi kesempatan bagi penyihir untuk melihat menembus ilusi demon.
Mata sebagai penanda sedang melakukan aktivitas tertentu dapat dilihat pada karakter Isaac Mendez di serial Heroes. Bak sedang mengalami trans, mata Isaac akan memutih, lalu kuasnya pun bergerak untuk melukis masa depan.
Lalu penggemar manga atau serial anime Naruto tentu tak asing dengan klan Uchiha. Seperti dilansir Tempo, Klan Uchiha paling ditakuti dengan dojutsu kekkei genkai alias Sharingan mereka. Sharingan dapat digunakan untuk melihat cakra, mengeluarkan berbagai genjutsu, bahkan menyalin jutsu lawan. Bisa dibilang bahwa Sharingan adalah kemampuan serbaguna yang lebih baik ninja lain hindari daripada harus melawannya. Sharingan sendiri dapat dilihat secara kentara di mata klan Uchiha.
Sementara itu, ranah dunia lain pun menceritakan tentang mata yang bisa melihat. Baik itu karena keturunan, berkah/kutukan tertentu, karena masih di umur tertentu, maupun “dibukakan matanya” untuk dapat melihat dunia lain.
Terkait mata sebagai penanda, maka terdapat aktor Indonesia yang dikenal sebagai Herman Ngantuk. Sosok bernama asli Soeherman ini memiliki ciri bertubuh gempal, rambut keriting, dan mimik wajah yang matanya seperti orang tidur. Konon, dia diberi julukan nama tersebut karena dalam setiap berakting selalu seperti orang ngantuk atau mau tertidur. Dalam kariernya di layar kaca, Herman sering mendapat peran-peran antagonis.