Apakah Anda memiliki memori tersendiri terhadap produk teknologi tertentu? Nyatanya produk teknologi dapat menghadirkan keterkaitan keterikatan dengan penggunanya. Ada sisi emosional yang bermain.

Maka teramat mungkin Anda masih mengenang mobil pertama yang Anda miliki, ponsel pertama yang Anda miliki, konsol gim pertama yang Anda miliki. Dari benda-benda teknologi tersebut, ada latar cerita yang mewarnainya. Ada bumbu drama yang melingkupinya.

Hal-hal emosional, sentimental ini memungkinkan untuk kalaupun memperbarui, dari jenama yang sama dengan yang kali pertama dimiliki. Alasan seseorang membeli sesuatu tak hanya secara rasional, untung-rugi, membandingkan dengan cermat, bisa jadi karena nuansa memori, alasan yang sifatnya emosional.

Rangkaian produk teknologi yang ada dapat mengakrabi dan menjadi teman di keseharian Anda. Maka publik figur pun menceritakan mengenai perpisahannya dengan produk teknologinya. Seperti penulis Dewi Lestari melalui akun Instagram-nya mewartakan tentang pensiunnya laptop yang telah membantunya melahirkan karya Madre, Partikel, Gelombang, Inteligensi Embun Pagi.

“You’ve worked hard. You have become useful to me and my family. Setelah 11 tahun bekerja, akhirnya tiba waktumu beristirahat,” tulis Dewi Lestari dalam caption-nya.

Menariknya dalam rentang 27 tahun karier menulisnya, Dewi memiliki lemari khusus yang berisi laptop-laptop yang pernah menemaninya dalam membuat karya.

“Most of these machines don’t work anymore. But, they served their purpose. They had gone to battle with me, winning our wars against blank pages, over and over again. They are my ultimate weapons in combats. And a noble warrior should always appreciate her sword,” tulis sosok yang akrab dipanggil Dee dalam takarirnya.

Bagaimana dengan Anda, punya keterkaitan keterikatan dengan produk teknologi tertentu?