Personifikasi Pada Lagu ‘Sepatu’ dan Musik Video ‘Coffee & TV’
Arifin
Personifikasi merupakan pengumpamaan (pelambangan) benda mati sebagai orang atau manusia, seperti bentuk pengumpamaan alam dan rembulan menjadi saksi sumpah setia. Menurut hemat saya, personifikasi layak dialamatkan pada lagu Sepatu yang dibawakan oleh Tulus.
Personifikasi pada liriknya menurut hemat saya, pada petikan berikut:
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
…
Aku sang sepatu kananmu
Kamu sang sepatu kiri
…
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
…
Menyisipkan pesan bijak bestari pada deretan lirik bagian akhir:
Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu
Kiranya personifikasi sepatu dapat menggambarkan relasi cinta manusia.
Personifikasi lainnya menurut hemat saya dapat disimak pada musik video Coffee & TV dari band Blur. Lirik lagunya diterjemahkan ke dalam bahasa gambar musik video dengan cara yang “berbeda”. Adapun lirik lagu Coffee & TV, seperti dilansir Kineruku, bercerita tentang seorang superstar yang lelah akan dunianya.
Lalu bagaimana eksekusi di musik videonya? Disutradarai Garth Jennings, musik videonya begitu ikonik, dikenang, tentang perjalanan kotak susu.
Sebuah kotak susu berjalan di ramainya kota. Di badannya menempel selembar foto anak hilang. Susah payah ditembusnya segala rintangan perjalanan itu: jalan raya yang penuh mobil, orang-orang berlalu lalang, risiko terlindas dan terinjak. Bagaimanapun, si anak hilang harus segera ditemukan. Di rumahnya telah menunggu dengan cemas sepasang orang tua — muka mereka murung.
Musik video Coffee & TV adalah cerita tentang sebuah misi mulia. Sebuah upaya penyelamatan. Perjalanan si kotak susu menjadi sangat heroik sekaligus mengharukan. Dan perjuangannya tak sia-sia. Si anak hilang berhasil ditemukan — dia sedang bermain musik, nge-band bersama teman-temannya. Si anak hilang pun bergegas pulang, meninggalkan teman-temannya, kembali ke rumah orang tuanya. Tugas si kotak susu selesai.