Carian
‘Langkah Kaki Pertama’ Memang Berat, Tapi Harus Dilakukan 
April 12, 2023 Arifin

Jangan takut untuk memulai sesuatu sekalipun semuanya terlihat “gelap” pada awalnya. Karena hari yang baru pun selalu dimulai dari kegelapan dan begitu pula proses kelahiran dari semua makhluk di dunia ini. Demikian kiranya kutipan kata inspiratif dari Healthy Chef Edwin Lau.

Salah satu problem yang kerap menghinggapi yakni keberanian untuk memulai, melakukan langkah pertama. Terkadang di benak telah muncul ragam skenario, aneka kemungkinan, yang pada akhirnya membuat diri enggan melangkah. Padahal belum memulainya. Bisa jadi jika dijalani, kenyataannya tidak seburuk yang dibayangkan.

Persiapan memang penting untuk dilakukan. Namun, jika dirasa telah cukup, maka mulailah. Jangan terjebak pada persiapan terus-menerus. Jika merujuk pada Atomic Habits dari James Clear dikenal In Motion yakni membuat rencana dan menyusun strategi.

Contoh In Motion di antaranya, mengumpulkan gagasan menulis, menyusun menu makanan sehat, mengatur jadwal olahraga. Berhati-hatilah jika In Motion membuatmu merasa sudah mengerjakan sesuatu; padahal, sesungguhnya Anda hanya baru bersiap. Namun persiapan tersebut seringkali jadi cara untuk ‘menunda’.

In Motion pada beberapa contoh di atas, jika berbuah pada eksekusi, tentu lebih berarti. Tulisan yang tidak sempurna, tetapi selesai, lebih baik daripada tulisan yang sempurna, tetapi tidak pernah selesai. Mencoba untuk teratur makan sayur sebagai permulaan – misalnya dengan minimal sekali makan yang lauknya semua sayur. Mulai berolahraga secara rutin, sekalipun waktunya masih terbatas.

Sebuah upaya untuk mewujudkan kata-kata agar tak terpenjara di kepompong wacana. Seperti kata tagline yang dikenal ‘Mulai Aja Dulu’. Bukankah langkah ke seribu, selalu diawali dari langkah pertama?

Dan toh di perjalanan ketika melakoni, prinsip perecanaan, pengerjaan, evaluasi, merupakan hal yang dilakukan. Apa-apa yang dirasa kurang, perlu diperbaiki, dapat dilakukan dalam perjalanan melakukan sesuatu.

Kalau pun pada akhirnya yang Anda lakukan tidak berhasil, paling tidak Anda telah mencoba, melakoninya, tak sekadar ingin yang ada di kepala.

Komen