Hal-hal Menarik yang Dapat Ditemukan di Meja Makan
Arifin
Jika merujuk pada klasifikasi kebutuhan, makan merupakan kebutuhan premier, kebutuhan utama. Meski begitu, makan dalam perjalanannya tak sekadar menandaskan fungsinya untuk kebutuhan tubuh, melainkan telah melebar fungsinya.
Makan pada akhirnya tak sekadar makan tok, melainkan memiliki banyak implikasi. Di antaranya melalui wahana makan dapat menjadi medium komunikasi. Hal ini berlaku dalam berbagai skala. Mau dari lingkup keluarga hingga kepala negara.
Bagi keluarga, momentum makan bersama dapat menjadi saat untuk lebih dekat dengan anggota keluarga. Berbicara, mengutarakan pikiran, berkisah apa saja yang dilakukan seharian, dan sebagainya. Beberapa kesedihan, nelangsa, dapat lebih ringan kala diiringi sembari makan bersama keluarga.
Sedangkan pada lingkup kepala negara, dalam hubungan internasional – mulai dari menu saja menjadi perhatian. Adakah bahan tertentu yang tidak disukai kepala negara tertentu? Apa sih makanan kegemaran kepala negara ini? Diplomasi melalui meja makan berlaku sejak dulu hingga kini.
Di atas meja makan, juga menjadi wahana validasi. Mice dalam kartunnya pernah menangkap fenomena tersebut. Yakni membuat konten dahulu sebelum makan. Yups dengan berkembangnya media sosial, makan pun dapat menjadi jembatan untuk berkomunikasi. Maka tempat makan, restoran pun semakin aware dengan tampilan visual, baik pada menu makanannya, maupun fasad bangunan serta nuansa tempat makannya.
Pada sebuah meja makan, menjelang Hari Raya Lebaran, perlu juga ingat untuk menjaga asupan dan berat badan. Momentum Lebaran, silaturahmi, dapat menjadi “ajang balas dendam makan” setelah puasa sebulan, lepas kontrol diri makan. Ingatlah badan yang lebar-an setelah Lebaran akan berpulang kepada kesehatan Anda pula.