Carian
Persiapan & Drama Di Balik Adu Penalti 
April 27, 2023 Arifin

Beberapa hari terakhir, berbagai drama adu penalti menemukan aliran informasi yang menarik untuk diperbincangkan. Kemenangan Manchester United atas Brighton & Hove Albion di semifinal Piala FA melalui adu penalti, menyajikan berbagai kisah yang menarik untuk dikupas.

Di antaranya kiper tim Setan Merah David de Gea yang kedapatan melihat contekan di botol minumnya. Hal tersebut memang lazim terjadi di sepak bola kekinian, bahwa adu penalti tak hanya melibatkan mereka yang di lapangan, melainkan telah “dipersiapkan” jauh sebelumnya. Ya, salah satunya dengan memasok “contekan” tersebut. Tentu untuk memberikan saran, arah mana yang dituju, melibatkan big data, preferensi dari penendang sebelumnya, dan sebagainya.

Penggunaan big data ini juga lazim terlihat ketika penendang penalti akan mengeksekusi pada pertandingan. Jika dalam waktu normal, sebagai penonton, kita akan diberi tahu data mengenai tingkat keberhasilan, serta arah tendangan si eksekutor penalti pada beberapa penalti sebelumnya.

Persiapan menghadapi penalti diungkapkan pula oleh pelatih MU Erik ten Hag. Adu penalti merupakan bagian dari sepak bola, dimana pada babak gugur, jika di waktu normal serta perpanjangan waktu masih imbang, maka fase penentuan pemenang ditentukan oleh adu penalti. Maka tim MU di bawah Ten Hag sadar betul untuk mempersiapkan adu penaltinya, dari si penendangnya, dari sisi kipernya, dan sebagainya.

Di sisi lain, persiapan memang harus dilakukan, meski ujungnya adalah kekalahan. Segala persiapan dan latihan lagi dan lagi pun, bisa saja menemui kegagalan secara hasil. Seperti ditunjukkan oleh tim nasional Spanyol pada Piala Dunia 2022. Pelatih Spanyol kala itu Luis Enrique sebenarnya telah memberi para pemainnya pekerjaan rumah mempraktikkan 1.000 penalti demi mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2022. Namun, melalui adu penalti jugalah Spanyol tersingkir di babak 16 Besar kala bersua Maroko.

Penalti merupakan drama tersendiri. Mau bukti? Hal tersebut terjadi di laga Manchester United melawan Aston Villa pada September 2021. Kala itu Aston Villa unggul 1-0 atas Setan Merah di Old Trafford, lalu MU mendapatkan penalti di menit akhir pertandingan.

Kiper Villa Emiliano Martinez pun melancarkan mind games, mulai dari ujarannya yang mempertanyakan mengapa bukan Ronaldo yang mengambil penalti tersebut.

Kiper Argentina tersebut juga mengganggu konsentrasi sang algojo Bruno Fernandes dengan memperagakan tarian di garis gawang. Bruno sendiri sesungguhnya memiliki catatan konversi penalti yang begitu baik. Namun, saat itu akhirnya dikenang, dimana tendangan penalti Bruno melambung jauh ke angkasa.

Terkait “kegaduhan”, “drama” yang dilakukannya, Emiliano menyatakan, “It’s not even trash talk. I create chaos.”

Komen