Terus Fokus, Tetap Fokus
Arifin
Laga Liga Inggris akhir pekan kemarin mempertemukan Manchester City versus Leeds United. Unggul 2-0, The Citizens mendapatkan tendangan penalti. Erling Haaland sang eksekutor utama “memberikan jatahnya” kepada Gundogan. Jika Gundogan berhasil mengkonversinya maka trigol berhasil dicatatkan pemain asal Jerman tersebut.
Gundogan gagal dalam eksekusi penalti tersebut. Tak lama kemudian Leeds berhasil mencetak gol, merapatkan keadaan menjadi 2-1. Meski hasil akhirnya Manchester City tetap menang dalam laga tersebut, detail drama penalti tersebut disorot pelatih Pep Guardiola.
Pep menekankan tentang pertandingan yang belum berakhir (sebuah sinyal perlunya fokus untuk menuntaskan kemenangan). Pep juga mengungkap, “Ini adalah sebuah bisnis, kami tidak bisa membiarkannya.” Lagi-lagi pernyataan yang mengutarakan perlunya fokus hingga laga berakhir.
Sementara itu jurnalis The Athletic Dan Sheldon mengungkap dominannya Manchester City di hampir seluruh bagian pertandingan melawan Leeds tersebut. Namun menurut Sheldon, ketika bertandang ke Real Madrid, City tak bisa hanya tampil sempurna selama 83 menit, melainkan perlu menampilkan penampilan terbaik hingga peluit akhir dibunyikan.
Dari sampel Manchester City tersebut menurut hemat saya dapat diambil makna fokus. Fokus hingga rampung, fokus hingga selesai. Dalam keseharian, telah seberapa fokus kita? Apakah terdistraksi dengan bayang-bayang masa lalu, kekhawatiran masa depan – sehingga masa kini kurang berfokus dengan apa yang dikerjakan, dilakukan?
Apakah distraksi itu dapat muncul dari teknologi, lingkungan? Maka aneka cara sesungguhnya dapat dilakukan untuk menjaga “stamina” fokus. Fokus, bukan berarti tak beristirahat, tak percaya? Coba saja teknik Pomodoro.
Teknik Pomodoro merupakan sistem manajemen waktu yang menggugah orang untuk bekerja secara fokus dalam rentang waktu yang mereka miliki. Secara singkat, dengan menggunakan sistem ini kita akan membagi pekerjaan kita menjadi 25 menit per kegiatan dengan bekerja secara fokus terhadap satu tugas, kemudian 5 menit istirahat total, setiap jeda istirahat ini disebut sebagai “pomodoro”. Kemudian setelah melakukan 4 kali pomodoro, kita mengambil istirahat yang lebih lama lagi, yakni sekitar 15 sampai 20 menit.
Sementara itu untuk terus fokus, tetap fokus, juga dapat dilakukan saat refleksi. Untuk menengok kembali arah perjalanan. Menengok apakah kita masih di jalan yang benar? Dengan melihat peta besarnya, harapan, lalu dicacah dalam unit-unit kecil, telahkah kita di fokus yang benar bersama waktu?