Memaknai Pulang Dan Nostalgia
Arifin
Pada Ramadan lalu Hyundai Motors Indonesia menggagas mudik #DiantarSangBintang. Sayembara tersebut dapat diikuti dengan menceritakan di Instagram dengan hashtag #DiantarSangBintang untuk memenangkan mudik gratis dengan STARGAZER serta THR total 200 juta rupiah untuk 10 orang.
Pulang Mencari Makna Kembali ke Rumah #DiantarSangBintang, demikian narasi yang diungkap Hyundai. Bagi mereka yang harus terpisah dengan keluarga, pulang ke rumah menjadi momen yang paling dinantikan. Karena rumah adalah tempat untuk merasakan kehangatan kasih sayang keluarga. Siapa yang paling kamu rindukan Ramadan tahun ini? Hal yang dirindukan itulah yang diceritakan di Instagram dengan tagar #DiantarSangBintang.
Pulang, nostalgia, rumah, keluarga – hal yang universal serta menyentuh sisi humanis. Bagaimana dengan Anda pada Ramadan serta Lebaran lalu, apakah pulang, nostalgia, ke rumah masa kecil, bertemu keluarga? Jika ya, bersyukurlah. Karena mengutip sastrawan Milan Kundera, perihal nostalgia; suatu perasaan ingin pulang ke rumah yang sudah tak ada lagi.
Kutipan singkat dari Milan Kundera mengingatkan saya pada filosofi novel Koala Kumal karya Raditya Dika. Mengenai Koala Kumal terdapat permaknaannya sebagai berikut (Raditya Dika, Koala Kumal, halaman 244-246):
Gue jadi teringat satu foto di situs Huffington Post. Ceritanya begini, ada seekor koala yang tinggal di New South Wales, Australia. Koala itu bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. Beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal. Namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang, diratakan dengan tanah oleh para penebang liar. Si Koala kebingungan karena tempat tinggalnya tidak seperti dulu. Ia hanya bisa diam, tanpa bisa berbuat apa pun. Seorang relawan alam mengambil foto koala itu. Jadilah foto seekor koala kumal duduk sendirian. Memandangi sesuatu yang dulu sangat diakrabinya dan sekarang tidak lagi dikenalinya.
Bersyukurlah bagi yang merasakan pulang, nostalgia, rumah, keluarga – karena di sisi lain, ada pula yang merasakan nostalgia seperti diungkap Milan Kundera atau sensasi perasaan bak koala kumal.