Carian
Apa Yang Kau Konsumsi Membentuk Dirimu 
May 17, 2023 Arifin

Apa yang Anda konsumsi turut membentuk diri. Konsumsi harian, akumulasi dari konsumsi harian tersebut, membentuk diri. Seperti halnya kebiasaan, terkokohkan karena tindakan berulang.

Ingin lebih sehat? Maka perhatikan pula konsumsi harian. Apakah telah sesuai dengan komposisi gizi seimbang? Di antaranya sayur, telahkah masuk dalam menu harian? Jika belum, Anda bisa menempuh cara berikut.

Yakni memadukan sayuran dengan bahan yang Anda sukai, misalnya memadukan sayuran dengan keju. Cara lainnya jika meminjam konsep Atomic Habits yakni Make It Obvious. Contohnya, ‘Dari tiga kali makan dalam sehari, minimal sekali saya makan yang lauknya semua sayur dan bukan gorengan’. Dengan pesan tersebut, maka menjadi jelas di otak, serta terdapat ukuran kuantitatif tertentu.

Ingin lebih sehat, perhatikan pula apa yang Anda “konsumsi” di media sosial. Jika merujuk data, secara rata-rata pengguna internet di Malaysia berusia antara 16 hingga 64 tahun, menghabiskan masa selama dua jam 47 menit menggunakan media sosial setiap hari. Sedangkan rata-rata waktu penggunaan media sosial di Indonesia yakni 197 menit atau sekitar 3,2 jam per hari. Angka kuantitatif tersebut menunjukkan keterpaparan, serta intensnya “konsumsi” terhadap media sosial.

Maka sekiranya media sosial dapat sejalur dan mendukung tujuan hidup Anda. Baik itu dalam pekerjaan, kehidupan pribadi, kehidupan keluarga. Maka ceklah siapa-siapa yang Anda ikuti di media sosial. Dalam jam-jam bermedia sosial, coba telusuri konten apa saja yang sering dikunjungi.

Algoritma dari media sosial, juga memungkinkan Anda untuk terus berada dalam konten-konten yang sering dikunjungi. Terdapat rekomendasi konten senada. Maka bijaklah dalam bermedia sosial, karena hal tersebut membentuk pikiran, kebiasaan, tindakan Anda pula.

Ingin melakukan perubahan tertentu? Anda pun dapat melacak awal mulanya dari apa yang Anda konsumsi dalam keseharian. Bisa dari bacaan, tontonan, interaksi dengan orang-orang. Dengan mengubah “konsumsi” ke pikiran dengan hal-hal yang lebih konstruktif, sesungguhnya tengah berinvestasi pada tindakan, serta membiasakan hal yang baik.

Komen