Mengantisipasi Dampak Suhu Ekstrem, Pastikan Bayi Tidak Kekurangan Cairan
Arifin
Para orang tua mari memastikan bayi tidak kekurangan cairan untuk mencegah terjadinya sakit pada kondisi perubahan suhu ekstrem. Perlu diketahui saat suhu meningkat maka akan terjadi penguapan sehingga bayi bisa dalam kondisi dehidrasi.
Cairan merupakan komponen yang penting bagi kelangsungan hidup bayi. Maka dehidrasi dapat mengancam jiwa. Hal itu juga dapat dikaitkan dengan belum matangnya pengatur suhu di otak bayi.
Untuk ibu yang sedang menyusui perlu meningkatkan konsumsi cairan agar produksi ASI meningkat. Jika produksi ASI meningkat, bayi juga mendapatkan cairan lebih banyak. Untuk konsumsi cairan pada ibu menyusui bisa didapatkan dari air putih, jus, minuman susu.
Lalu untuk mengurangi paparan suhu ekstrem yang meningkat, anak perlu dibatasi aktivitas di luar ruangan jika suhu sedang panas. Berikan juga tabir surya khusus untuk anak.
Terkait suhu ekstrem, selain panas, suhu ekstrem yang rendah dapat menyebabkan bayi mengalami hipotermia yang bisa mengancam jiwa.
Untuk suhu ekstrem rendah, orang tua memberikan perlindungan pada bayi dengan memberikan pakaian panjang dan kaus kaki, serta mencukupi kebutuhan cairannya agar tidak mengalami kondisi hipotermia.
Sumber: Antara