Carian
Ketika Membuat Konten Terkait Disabilitas 
May 29, 2023 Arifin

Belum lama ini viral di Indonesia mengenai ketidakpatutan konten di televisi yang menyertakan penyandang disabilitas. Bayangkan, atlet disabilitas tunadaksa diajak untuk senam, dimana instrukturnya memperagakan dengan begitu semangatnya gerakan demi gerakan.

Apa saja hal yang perlu diperhatikan dalam membuat konten yang menyertakan disabilitas? Hendaknya pembuat konten mengetahui diksi-diksi terkait disabilitas. Gunakan diksi yang sesuai, serta tidak merendahkan. Untuk hal ini, maka diperlukan riset terlebih dahulu, sehingga mengetahui mengenai diksi yang dapat digunakan, serta mengetahui mengenai ranah disabilitas.

Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Dengan mengetahui ragam disabilitas yang ada, maka penyikapannya pun akan lebih sesuai. Tentu merupakan kelebihan pula, jika si pembuat konten dapat “menyelam lebih jauh”, misalnya dengan menguasai beberapa kata pada bahasa isyarat.

Tips berikutnya yakni memperlakukan penyandang disabilitas secara setara. Dalam pengalaman saya meliput penyandang disabilitas, fokus pertanyaan yang dapat diajukan mengenai prestasi mereka, kelebihan mereka (ada yang di seni, olahraga, keterampilan, dan sebagainya).

Penyandang disabilitas bukanlah objek inferior, yang jadinya di posisi dikasihani, melainkan hendaknya diposisikan setara (baik sejak dalam pikiran dan tindakan). Mereka dapat berdaya secara optimal manakala difasilitasi dengan fasilitas yang menunjang mereka. Seperti misalnya fasilitas publik yang ramah disabilitas dengan adanya blok taktil, pintu-toilet dengan rentang lebar tertentu sehingga dapat diakses bagi pengguna kursi roda, audio book di perpustakaan, dan sebagainya.

Komen