Belakangan viral mengenai bekal nasi dan mi goreng. Bagaimanakah hal tersebut jika ditinjau dari sudut pandang gizi?

Mi goreng dicampur dengan nasi boleh saja, asal proporsinya harus diatur dan ditambah bahan-bahan makanan lain, misalnya ditambahkan telur, sayur, buah potong.

Dalam satu wadah bekal tidak disarankan penyajian nasi dan mi goreng dalam satu porsi utuh. Dengan demikian, total karbohidrat harian yang dikonsumsi tidak berlebihan. Jika konsumsi karbohidrat berlebihan, serta terakumulasi, maka lama-kelamaan dapat menimbulkan bahaya, seperti berat badan berlebih.

Perlunya nasi ditambahkan dengan lauk pauk, sayur, buah, dikarenakan kandungan mi instan. Di samping mengandung karbohidrat, mi instan memiliki kandungan protein. Namun mi instan tidak mengandung sumber serat, lemak yang sedikit, dan vitamin yang tidak lengkap.

Dengan komposisi mi instan tersebut, maka penting bagi individu untuk mengisi bekal makanan dengan sumber gizi lainnya selain karbohidrat, seperti telur atau tempe sebagai protein tambahan, sayur-sayuran sebagai sumber serat, serta buah-buahan sebagai sumber vitamin.

Lalu baiknya mi instan tidak dijadikan sebagai menu bekal makanan setiap hari. Mengingat bumbu siap saji pada mi instan memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi.

Untuk bekal makanan yang dibawa, penting diingat telahkah memenuhi prinsip gizi seimbang yang memuat karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

Sumber: Antara