Jose Mourinho, Dari Lempar Medali Hingga Menunggu Wasit Di Parkiran
Arifin
Jose Mourinho boleh dibilang pelatih spesialis kejuaraan. Sebelum laga final Liga Europa antara AS Roma menghadapi Sevilla, Mourinho mencatatkan 100% kemenangan ketika tim yang dibawanya melaju ke final.
Rekor 100% itu memang kini telah ternoda, seiring tumbangnya tim ibu kota Italia tersebut melalui adu penalti di laga puncak Liga Europa. Menempati peringkat 2 di Liga Europa, gimik yang banyak disorot dari Mourinho yakni ketika dirinya melempar medali hadiahnya dan menunggu wasit di parkiran.
Namun, hal tersebut sesungguhnya bukan kali pertama dilakukan pelatih berpaspor Portugal ini. Mourinho selalu “melempar” medali ketika timnya menempati peringkat kedua.
Mourinho memberi medali peraknya kepada seorang anak ketika tim besutannya Chelsea kalah di Community Shield. Mourinho juga memberikan medali peraknya kepada seorang anak ketika menjadi juru taktik Manchester United, selepas kalah di UEFA Super Cup. Kali ketiga, Mourinho melakukannya di final Liga Europa belum lama ini.
Aksi lempar medali ini juga ternyata pernah dilakukan “The Special One” dengan melemparkan medali pemenang Premier League ke kerumunan suporter Chelsea.
Sedangkan tentang perkara menunggu wasit di parkiran, dilakukan Mourinho ketika melatih AS Roma dan Real Madrid. Wasit Anthony Taylor ditunggu di parkiran oleh pelatih peraih dua gelar Liga Champions ini. Sumpah serapah dilontarkannya kepada Taylor yang menjadi pengadil di laga final Liga Europa 2023.
Beberapa tahun sebelumnya, hal identik dilakukan Mourinho. Kala itu ia masih melatih Real Madrid. Mourinho mengecam kepemimpinan wasit Fernando Texeira, usai kalah dari Barcelona di Copa del Rey. Mourinho menunggu sang wasit di parkiran Stadion Camp Nou.
Mourinho menunggu sang wasit, sampai akhirnya melihatnya. Saat itu pula, Mourinho melontarkan sindiran pedasnya. Begitulah Jose Mourinho, pelatih dengan gelimang trofi dengan bumbu kontroversi yang membuat dirinya menjadi episentrum pemberitaan.