Secangkir Hangat Dicelup Hujan

June 16, 2023
Uncategorized

Arifin

Kota dipeluk hujan pagi ini

Di jendela, runcing air mengetuk-ngetuk

Sini saja di balik selimut

Hangat terjaga

Inginku, tapi tidak begitu akhirnya

            Di jalan, becek, genangan, menampung air dari langit

            Genangan, kenangan

            Motor, mobil

            Ada yang bergegas, seolah tak mau kendaraannya berlama-lama bercakap-cakap dengan hujan

            Ada yang lebih perlahan, entah karena jalanan licin,

            Atau ada kenangan, imajinasi yang mumbul di beranda kepala

Pejalan kaki?

Berteduh dimana-mana

Sibuk dengan ponselnya,

Mempreteli ingatan bersama hujan,

Berpayung benar atau berpayung tangan,

Sepatu yang basah di trotoar yang separuh rapi, separuh raib

Hujan Bulan Juni, kata Sapardi

            Hujan Bulan November, kata GNR

Hujan, saat kau menghangatkan dirimu, dengan minuman-makanan mengepul, pakaian lebih

Hujan dan kata-kata yang menguap & meluap

Di balik dinginnya kau “dihangatkan”,

Entah oleh curahnya yang membasuh jengkal tubuhmu,

Merayakan air, keriaan masa kecilmu, Ataupun lamunan & ingatan yang bermekaran di kala hujan

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd