Melihat Dari Sisi Penikmat Karya
Arifin
Dari mana ide, awal mula membuat konten? Dari keresahan personal tentu merupakan rumus lazim yang telah Anda ketahui. Di samping itu penting juga untuk mengawalinya dari sisi konsumen, dari segi penikmat konten Anda.
Apapun karya Anda, entah itu tulisan, gambar, video, foto, dan sebagainya, perhatikan juga dari sisi konsumen karya Anda. Maka dalam tulisan sebagai contoh, bisa dengan menulis kalimat secara pendek. Terdapat doktrin lama jurnalisme yakni tulisan panjang itu membuat orang sulit bernapas. Pembaca bisa sampai kehabisan napas kalau kalimatnya terlalu panjang.
Sebuah tulisan juga baiknya jelas, tertata, persuasif. Maka diperlukan penyuntingan, dimana salah satu bagiannya adalah membaca kembali apa yang ditulis.
Ketika membaca kembali, cobalah tempatkan diri sebagai pembaca, konsumen warta – adakah kalimat telah jelas? Apakah pesannya telah tersampaikan dengan baik? Dengan menempatkan di posisi pembaca, maka teramat mungkin dilakukan pemangkasan bagi kalimat yang terlalu bertele-tele, ditambahkan penjelasan bagi sisi yang kurang terang, dan sebagainya.
Masih terkait tulisan, apakah yang Anda tulis itu perlu, penting bagi pembaca? Dengan memiliki basis tersebut, maka dari hulu ketika ide awal, pemetaan tulisan, akan dapat terpilah dan terpilih. Mana sekiranya yang perlu dan penting bagi pembaca.
Lalu juga dikarenakan berporos pada pembaca, maka selaiknya tulisan pun enak dibaca, menarik. Maka pengemasan tulisan juga penting. Mulai dari lead, memasukkan unsur emosional, serta menyajikan fakta dan data secara luwes, dan sebagainya.
Adapun contoh lainnya dengan “melihat dari sisi konsumen”, yakni jika membuat reels (short video), upayakan videomu di bawah 60 detik, serta berikan hook pada 5 detik awal. Hal ini mengingat semakin pendeknya rentang konsentrasi para pengguna media sosial.
Lalu “melihat dari sisi konsumen”, juga dapat ditelusuri dari umpan balik yang didapatkan dari penikmat karya. Mungkin ada yang mengomentari sesuatu, ada yang meminta dibahas hal tertentu, jika dieksekusi jadi konten, maka akan menimbulkan interaksi dengan penikmat karya. Suara penikmat karya didengarkan dan berbuah jadi konten.