Toko Yang Menjaga Resepnya
Arifin
Dalam kisah kartun “SpongeBob SquarePants”, dikisahkan Plankton yang merupakan musuh bebuyutan dari tuan Krab selalu mencoba segara cara untuk mencuri resep rahasia Krabby Patty. Ya, resep kuliner bak jurus dalam silat yang perlu disimpan rapat-rapat dan hanya orang tertentu yang berhak mengetahuinya.
Dalam kisah lainnya, yakni “Madre”, diceritakan hidup Tansen berubah dalam sehari dikarenakan kunci lemari es yang di dalamnya terdapat adonan biang roti berumur 70 tahun bernama Madre. Kakeknya, Tan Sin Gie, memberikan warisan Madre kepada Tansen.
Madre pada cerita gubahan penulis Dewi Lestari dijelaskan sebagai berikut (halaman 13 s.d. 14):
Madre adalah adonan biang. Hasil perkawinan antara air, tepung, dan fungi bernama Saccharomyses exiguus. Lakshmi, nenekku, mengulturkannya sendiri. Ia bereksperimen dengan banyak bahan, dari kulit buah sampai tapai, hingga ia menemukan kultur yang menghasilkan biang dengan cita rasa yang paling pas.
Melalui ulenan tangannya, Madre lahir pada tahun 1941. Bahkan sebelum Tan de Bakker. Sebagai adonan biang, sebagian Madre selalu dipakai untuk mengembangkan roti. Sementara sisa Madre beristirahat dalam lemari pendingin, kumpulan Saccharomyses exiguus
dan Lactobacillus yang disumbangkannya tadilah yang meronggakan, mewangikan, dan merenyahkan semua roti Tan de Bakker. Secara rutin, kultur hidup yang ada di dalam Madre diberi “makan” lagi dengan tepung dan air baru hingga ia terus berkembang biak menjadi ibu
bagi roti-roti berikutnya.
Madre dalam hal ini mirip-mirip dengan resep rahasia Krabby Patty. Berbagai toko makanan, restoran, yang bertahan selama bertahun-tahun, salah satu kuncinya yakni memiliki resep gacoan. Resep istimewa itu menjadi daya tarik bagi pelanggan lama maupun pelanggan baru. Tak jarang pelanggan menuntaskan rasa nostalgia rasanya dengan kembali ke tempat itu, lalu dapat berkata “Rasanya masih sama seperti dulu ya”.
Mempertahankan standar rasa, bukan hal mudah, dikarenakan bisa jadi ada sesuatu yang di luar kendali, di antaranya pasokan bahan baku yang tak lagi ada atau berubah. Mungkin Anda pernah memiliki pengalaman dengan restoran yang mengalami perubahan rasa. Hal tersebut bisa dikarenakan bahan bakunya yang berbeda.
Maka layaklah diapresiasi restoran, toko yang bertahan dari generasi ke generasi. Salut untuk menjaga konsistensi rasa dan pelayanan.