Carian
Selayang Pandang Dodol Betawi Hingga Kerak Telur Makanan Khas Jakarta
June 22, 2023 Arfianingrum Pujiastuti

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-496 kota Jakarta tiba pada Kamis, 22 Juni 2023. Gebyar perayaan, di antaranya pemerintah provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif Rp1 untuk transportasi umum TransJakarta, MRT, dan LRT. Layanan Rp1 ini berlaku pada 22 Juni 2023 pada pukul 00.00-23.59 WIB.

Jakarta, sejumlah kuliner menempati top of mind jika berbicara tentang kota ini. Berikut selayang pandang mengenai hal tersebut.

Terdapat dodol betawi yang menarik untuk dikulik. Dodol betawi adalah jenis dodol khas suku Betawi. Dodol betawi memiliki warna hitam kecoklatan dengan variasi rasa yang lebih sedikit daripada dodol dari daerah lain. Rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan putih, ketan hitam, dan durian.

Proses pembuatan dodol betawi dikenal rumit. Bahan baku pembuatan yang terdiri dari ketan, gula merah, gula pasir, dan santan harus dimasak di atas tungku dengan kayu bakar selama 8 jam.

Dodol betawi umumnya dibuat sebagai penganan khusus untuk pesta, bulan Ramadan, Idulfitri atau Iduladha. Terutama menjelang hari raya, dodol betawi laris terjual. Karena proses pembuatannya yang rumit, hanya sedikit orang-orang yang ahli membuat dodol betawi.

Proses pembuatan dodol Betawi bukanlah hal yang mudah. Untuk membuatnya perlu tenaga ekstra dalam mengaduk adonan dodol. Hal ini dikarenakan dalam satu panci kuali besar dengan diameter satu meter, adonan dodol harus diaduk selama tujuh jam tanpa berhenti, kalau berhenti adonan akan keras dan rasanya tidak merata.

Seperti dilansir buku “Penetapan WBTB Indonesia 2017” untuk membuat dodol Betawi sebanyak satu kuali diperlukan beberapa bahan dasar berupa gula merah sebanyak tiga peti,
gula pasir empat plastik, santan kelapa tiga ember, dan 10 liter ketan hitam. Beberapa adonan dasar tersebut kemudian dicampur menjadi satu ke dalam kuali besar yang nantinya dapat menghasilkan 20 besek dodol Betawi.

Selayang pandang kuliner Jakarta berikutnya adalah kerak telur. Kerak telur merupakan penganan khas Betawi, terbuat dari ketan, telur ayam, ebi, dan kelapa sangrai, bentuknya seperti telur dadar, dimasak dengan cara disangrai kering dan diberi bawang merah goreng, lalu diberi bumbu halus berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula pasir. Jajanan ini sering dijumpai pada acara fersival atau perayaan ulang tahun Jakarta.

Selanjutnya adalah bir pletok. Apa bir?! Tenang saja, ini minuman halal dan tidak memabukkan. Bir pletok terbuat dari beberapa rempah diantaranya jahe, sereh, cengkeh, biji pala, kapulaga, gula, dan bahan lainnya.

Konon kabarnya, bir pletok ini dibuat karena zaman penjajahan Belanda dulu pemuda Jakarta ingin juga ikut-ikutan minum bir. Akhirnya dibuatlah minuman yang menghangatkan dan memiliki warna mirip dengan bir.

Komen