Carian
Menilik Air Dengan Berliterasi Di Tebet Eco Park 
June 26, 2023 Arifin

Pada akhir pekan lalu saya berkesempatan mengikuti “Eksplorasi RTBnya Jakarta: Berliterasi di Ruang Terbuka Biru”. Ruang Terbuka Biru (RTB) adalah suatu area terbuka tempat berkumpulnya air di daratan. RTB dapat berupa sungai, kanal, danau, waduk, embung, dan kolam.

RTB memiliki fungsi utama sebagai penampung air sehingga dapat mencegah banjir saat musim hujan dan menyediakan air saat musim kemarau. Selain itu, RTB dapat menjaga ekosistem lingkungan dan sebagai objek wisata.

Kegiatan yang saya ikuti bertempat di Tebet Eco Park (TEP) yang juga merupakan Ruang Terbuka Biru. Pada hari yang bersamaan juga terdapat lomba sketsa, dimana para peserta menggambar sketsa on the spot di taman dengan area seluas 7,3 hektar tersebut.

Berbagai zona di TEP kami singgahi, yakni Forest Buffer, Children Playground, Thematic Garden, Community Lawn, Plaza, Infinity Link Bridge, Wetland Boardwalk, Community Garden.

Berkeliling di Tebet Eco Park kali ini terasa istimewa dikarenakan dipandu oleh pihak dari Sobat Air Jakarta, dari Teman Taman Jakarta, serta dari Jejak Warna. Pemahaman mengenai Ruang Terbuka Biru serta air di kota didapatkan sembari berkeliling di taman yang berada di daerah Jakarta Selatan itu.

Ketika mendekat di aliran air di TEP terciumlah bau tak sedap air yang mengalir. Hal itu mengindikasikan kualitas air di Jakarta. Ternyata polusi air di Jakarta salah satu penyebabnya adalah sejumlah rumah tangga yang masih belum memiliki septic tank dan membuang kotorannya langsung di sungai saja.

Pengetahuan lainnya yang saya dapatkan, kala berada di zona Wetland Boardwalk, dimana terdapat tanaman pandan. Pandan memiliki faedah untuk menetralisir bau tak sedap. Maka bau tak sedap, di lahan basah TEP relatif teredam, tersamarkan. Fungsi menetralisir bau, serta sebagai pengharum juga telah disandang pandan pada sejumlah pengolahan kuliner, kue, serta penyajian minuman.

Lalu terdapat juga keterkaitan antara capung merah dengan kualitas air. Capung merah hanya menaruh telurnya di perairan yang baik. Hal yang kami temui di zona Wetland Boardwalk, dimana capung merah singgah disitu. Selesai berkeliling, kami pun tiba di Community Lawn. Disana selama 15 menit kami diajak untuk menuangkan informasi yang didapatkan selama keliling Tebet Eco Park dalam karya tulis tertentu. Saya memilih puisi sebagai mediumnya. Ternyata enak juga ya menulis di taman. 

Komen