Blusukan Di Taman, Memaknai Mesra Dengan Alam

June 27, 2023
destinasi

Arifin

Akhir pekan lalu saya berkesempatan mengikuti “Eksplorasi RTBnya Jakarta: Berliterasi di Ruang Terbuka Biru”. Kegiatan dihelat di Tebet Eco Park (TEP), yang dipandu oleh pihak dari Sobat Air Jakarta, Teman Taman Jakarta.

Sebagai informasi, Ruang Terbuka Biru (RTB) adalah suatu area terbuka tempat berkumpulnya air di daratan. RTB dapat berupa sungai, kanal, danau, waduk, embung, dan kolam.

RTB memiliki fungsi utama sebagai penampung air sehingga dapat mencegah banjir saat musim hujan dan menyediakan air saat musim kemarau. Selain itu, RTB dapat menjaga ekosistem lingkungan dan sebagai objek wisata.

Terdapat sejumlah informasi mesra dengan alam yang dicicil disampaikan sembari berkeliling di Tebet Eco Park. Di antaranya ketika berada di zona Forest Buffer, area yang dikhususkan untuk meredam polusi suara. Nyatanya tupai, burung, terganggu dengan polusi suara yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Maka tupai, burung, tak singgah di tempat yang menurut mereka bising.

Hal yang dapat menjadi perenungan mengenai mesra dengan alam. Kala berada di daerah tertentu, misalnya pedesaan, pegunungan; ada kedamaian tersendiri, mendengar kicau burung, serta melihat tupai bergerak di pepohonan. Daerah tersebut level suaranya klop, pas dengan tupai dan burung.

Jika tadi pada suara, pun begitu pada air. Terdapat keterkaitan antara capung merah dengan kualitas air. Capung merah hanya menaruh telurnya di perairan yang baik. Hal yang dapat ditemui di zona Wetland Boardwalk Tebet Eco Park, dimana capung merah singgah disitu. 

Dengan mengamati secara langsung, di aliran air yang melintas di Tebet Eco Park juga diperlihatkan sempadan. Hal yang juga mengindikasikan selaiknya ada tempat-tempat tertentu yang tidak menjadi tempat tinggal manusia. Perlu jarak tertentu antara sungai dengan pemukiman warga. Dikarenakan jika menjadi tempat tinggal manusia, maka tata ruang dan fungsinya akan tereduksi.

Masih terkait air, jika diamati dengan saksama, air di sungai-sungai Jakarta pada jam tertentu terlihat perbedaan warnanya. Hal yang dipengaruhi oleh jam aktif kegiatan manusia, di antaranya mencuci menggunakan detergen, yang membawa polusi pada sungai-sungai di Jakarta.

Ku percaya alam pun berbahasa

Ada makna di balik semua pertanda

Petikan lirik dari lagu Firasat tersebut, bagaimana kiranya jika dikaitkan dengan mesra terhadap alam. Bahwasanya sejumlah bencana alam dapat terjadi karena perilaku melampaui batas dari manusia. Bencana itu, merupakan “cara alam untuk berbahasa”, untuk menerapkan lagi keseimbangan di alam.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd