Arifin Diterbitkan 5 July 2023

Membandingkan Karyamu Yang Dulu & Sekarang 

Musikus Ahmad Dhani kala ditemui pewarta ditanya mengenai tips buat jadi pencipta lagu. “Banyak mendengarkan lagu. Harus rakus mendengarkan lagu. Semakin banyak mendengarkan lagu, semakin gampang mengarang lagu,” ungkap pentolan band Dewa 19 tersebut.

Apa yang diungkap oleh Dhani tersebut menunjukkan pentingnya apa yang dikonsumsi berpengaruh terhadap apa yang diproduksi. Pun begitu dengan seseorang yang ingin mencapai asa menjadi kreator, perhatikan apa yang “dikonsumsi” dalam sehari-hari, lalu intenslah berkarya.

Dalam ranah penulisan, rumus rajin mengonsumsi bacaan, kemudian memproduksi tulisan juga berlaku. Katakanlah jika ingin piawai dalam menulis puisi, maka bacalah banyak-banyak aneka karya puisi yang ada. Hal itu akan berperan dalam membentuk karakter seseorang dalam berpuisi.

Tak hanya berhenti pada mengonsumsi aneka karya, karena itu menempatkan seseorang pada sisi penikmat karya; mulailah berkarya, intenslah berkarya. Dengan kekerapan berkarya, muscle memory akan terbentuk. Pun begitu dengan kekhasan. Dikarenakan pada tahap-tahap awal, biasanya akan meniru gaya yang diidolai. Lalu seiring “rakusnya” konsumsi karya, serta semakin terampilnya membuat karya maka kekhasan dapat terbentuk.

Kekerapan berkarya juga dapat membuat seseorang memiliki portofolio. Dari portofolio itu, mungkin jika melihat karya lawas Anda, timbul pertanyaan ‘kok begini banget bikinnya?’. Namun, bukankah itu proses yang harus dilalui. Untuk membentuk muscle memory dalam berkarya, mengasah kompetensi, diperlukan “jam terbang”-kekerapan berkarya.   Seseorang dapat berbagi karyanya, baik di media sosialnya, ke lingkup keluarga, sahabat. Di samping itu dapat bergabung dengan komunitas; selain berjejaring, Anda pun dapat meningkatkan skill, serta memelihara semangat berkarya. Aneka lomba pun dapat Anda ikuti untuk melihat telah sejauhmana karya-karya Anda.