Melambatkan Diri Sejenak
Arifin
Bagi orang yang berada di wilayah kota, bandar – efisiensi, persaingan, tuntutan – bisa menjadikan segalanya berlangsung cepat, taktis, segera. Orang-orang yang berada di kota, dapat melakukan aneka hal sekaligus dalam satu waktu.
Benaknya pun sibuk, serta berupaya agar efektif dan efisien. Sementara itu, kesadaran untuk pentingnya balance dalam kehidupan telah semakin meluas. Perlu untuk melambatkan diri di tengah kecepatan itu.
Lalu apa saja yang dapat dilakukan? Seseorang dapat melakukan fokus pada waktu dan mengerjakan satu hal saja. Misalnya ketika sedang makan, dapat menghadirkan mindful eating. Apakah Anda terbiasa untuk makan sambil mengecek ponsel? Atau mungkin anak Anda yang sembari makan beriringan dengan menonton tayangan di YouTube?
Seperti dilansir halodoc, mindful eating merupakan konsep dimana kamu menjaga kesadaran penuh saat mengonsumsi makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh. Kebiasaan ini akan membuat kamu lebih memperhatikan seberapa banyak makanan, jenis makanan, dan perasaan saat sedang mengonsumsi makanan.
Opsi lainnya melambatkan diri dengan hidup lebih perlahan. Lakukan pengamatan pada hal-hal yang terlihat sederhana, terlihat kecil. Jadilah pengamat. Jadilah seperti anak kecil yang bergembira untuk mengeksplorasi lingkungan. Dari hal seperti melihat pergerakan semut, memfokuskan diri mendengar suara rintik hujan, melihat para pedagang yang bersiap menata dagangannya, dan sebagainya. Detail-detail yang selama ini terlewat saja karena terlalu cepat melangkah.
Seseorang pun dapat memiliki hobi yang membawanya pada konsep “melambat” yang membutuhkan waktu, proses; seperti mewarnai, menyulam, memasak, dan sebagainya.