Carian
Barbie Dan Doraemon, Karya Yang Melintasi Generasi 
July 20, 2023 Arifin

Pada Rabu (19/7/2023) film Barbie The Movie, Doraemon: Nobitas’s Sky Utopia dirilis di bioskop-bioskop di Indonesia. Para pecinta kisah Doraemon ataupun boneka Barbie dapat menyaksikan versi layar lebarnya. Adakah Anda telah menontonnya?

Baik boneka Barbie maupun kisah Doraemon merupakan karya yang bertahan lintas generasi. Seperti dilansir Narasi, boneka Barbie adalah mainan anak yang diproduksi oleh Mattel Inc. sejak tahun 1959. Barbie berbentuk seperti wanita dewasa, berambut pirang dengan paras cantik.

Sementara itu Doraemon merupakan manga dan anime yang dikarang Fujiko F.Fujio sejak Desember 1969. Serial Doraemon sendiri hingga kini di Indonesia masih ajek menempati posisinya hari Minggu jam 8 pagi di salah satu stasiun televisi.

Adalah Barbie dan Doraemon merupakan karya yang bertahan melewati beberapa dekade, telah menyentuh banyak orang dari berbagai angkatan. Bagi anak perempuan, mungkin memiliki cita-cita menjadi Barbie. Ataupun ketika masih kanak-kanak dahulu memiliki koleksi bonekanya beserta aksesorinya.

Saat melihat Barbie bersama aksesorinya di mall ataupun ketika menilik rumah Barbie di Pasar Gembrong, jelaslah imajinasi dari Ruth Handler, co-founder Mattel telah mengalir sampai jauh, lintas generasi, serta berbagai tingkatan ekonomi.

Sedangkan pada Doraemon slice of life pada kisahnya masih tetap relevan dibaca dan ditonton hingga sekarang. Baik itu generasi milenial, generasi Z dapat terpikat pada robot kucing bersama teman-teman manusianya ini.

Si Shizuka yang keras kepala tapi baik hati, Giant yang suka menyanyi lagi berani, Suneo yang jahil, serta tabiat Nobita yang suka tidur, tak jago olahraga, nilai akademiknya di bawah standar – segala hal tersebut menjadi benang merah karakter yang masih bertahan hingga kini.

Adapun saya beserta keluarga menyaksikan film Doraemon: Nobitas’s Sky Utopia pada Rabu (19/7) di bioskop. Kali pertama anak saya menonton film di bioskop dan seakan ada lorong waktu yang mengetuk memori ketika dahulu saya anteng menonton si robot kucing di Minggu pagi.

Dan benar saja kisah Doraemon dapat dinikmati, dimaknai oleh berbagai segmen umur. Untuk film teranyarnya saya mendapatkan impresi sempurna dalam ketidaksempurnaan sebagai pesan.

Komen