Carian
Melihat Dari Sudut Pandang Pembaca Ketika Menulis 
July 26, 2023 Arifin

Menulis merupakan keterampilan yang dapat dipelajari. Secara sederhana, menulis yakni mengomunikasikan gagasan penulis secara jelas, benar, dan tepat kepada pembaca sasaran.

Untuk melakukannya perlu berlatih serta dipelajari terus-menerus. Di antaranya setelah menulis, bisa memeriksa tulisan dengan membaca dalam hati. Tindakan itu membantu untuk melihat tulisan dari sudut pandang pembaca.

Menulis dengan sederhana dan jelas merupakan hal yang menantang. Ego kerap membuat penulis merangkai kalimat yang rumit dan memilih kata yang sulit dicerna pembaca.

Maka perhatikan pula dari sudut pandang pembaca, jika ingin memasukkan rangkaian kalimat rumit, serta diksi tak biasa, maka lihatlah proporsinya. Dengan begitu “ego” untuk memasukkan diksi rumit dapat terakomodasi, di sisi lain pembaca pun dapat mengerti apa yang dituliskan. Alangkah melelahkannya bagi pembaca bila sejak awal hingga akhir berderet aneka kalimat rumit, kata yang sulit.

Ingatlah jangan jadikan menulis sebagai wahana untuk “bersombong”, pamer pengetahuan, namun ingatlah bahwa tujuan utamanya adalah mengomunikasikan gagasan penulis ke pembaca.

Menulis dengan melihat segmen pembaca, hal ini akan berpengaruh pada isu yang diangkat, pilihan kata yang digunakan, serta cara menyampaikan gagasan.

Segmen pembaca yang digarap, maka ketahui inti gagasan yang ingin disampaikan. Untuk mediumnya dapat disesuaikan pada pembaca sasaran. Misalnya ketika ingin membahas film Oppenheimer, tentu akan berbeda bila yang dituju segmen pembaca sains, segmen pembaca sejarah, segmen pembaca remaja, dan sebagainya.

Ketahui isu dan poin utamanya, lalu berikan “peluru yang tepat” dengan menulisnya menggunakan diksi, kalimat yang sesuai untuk segmen pembaca yang dituju.

Komen