Mengasuh Anak Di Era Melimpahnya Konten Digital 

July 27, 2023
Uncategorized

Arifin

Menjadi orang tua di era konten begitu banyak bertebaran bukanlah hal yang mudah. Apalagi anak merupakan peniru ulung, pengingat tangguh, serta pada beberapa segi belum dapat memilah dan memilih mana kiranya konten yang berfaedah bagi dirinya.

Apa yang dapat dilakukan? Ayah-bunda dapat melakukan kurasi bahan-bahan bacaan anak. Orang tua dapat membaca terlebih dahulu, sekiranya pas, sesuai dengan umur anak, serta secara konten bermanfaat, barulah diteruskan ke anak.

Pun begitu dengan segala hal yang terkait dengan digital, baik itu tontonan maupun gim. Saring dan cari tahu terlebih dahulu sekiranya tentang apa yang ditonton serta gim yang dimainkan. Apakah ramah anak? Adakah pesan tersembunyi yang sesungguhnya berbahaya bagi tumbuh kembang anak?

Anak mungkin diasuh oleh pengasuh ataupun kakek-neneknya, maka antisipasi pula bahwa anak generasi sekarang merupakan digital native. Mereka terampil dan terbiasa menggunakan perangkat teknologi. Dalam hal ini dapat dilihat history di ponsel untuk melacak apa saja yang ditonton.

Di sisi lain, ada anak yang bisa terpapar begitu intens, baik itu dengan gim serta tayangan. Praktis tanpa pendampingan berarti dari orang-orang sekitarnya. Hal tersebut perlu ditelaah, mengenai durasi screentime bagi anak, olah kemampuan anak lainnya telahkah optimal, serta kemungkinan terpapar konten yang tak sesuai dengan nilai serta umur anak.

Orang tua ataupun yang mengasuh hendaknya membersamai anak dalam ranah digital (tontonan, gim) untuk membimbing ananda. Ajak pula anak berdialog untuk mengetahui pikiran dan perasaan mereka.

Dari dialog ini dapat terdeteksi, kegiatan anak, apa saja sih konten yang mereka konsumsi, pun dari diksi yang digunakan anak merupakan pertanda. Saling bercerita adalah kunci. Orang tua menceritakan pikiran, perasaannya; pun begitu dengan anak. Sehingga terjalin kedekatan, bonding.

Ajak anak membaca buku bersama, serta ikutlah dalam imajinasi cerita mereka. Lazimnya imajinasi itu turut terbentuk dari konten yang mereka konsumsi. Misalnya karakter gim, tokoh di tontonan kesukaan mereka, biasanya turut serta dalam imajinasi yang diceritakan. Ikutlah terlibat dengan mengetahui karakter-karakter tersebut.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd