Kebaikan Dan Keburukan Diawali Dari Hal Yang Kecil
Arifin
Segala sesuatu dapat bermula dari hal yang kecil untuk kemudian mengembang menjadi besar. Baik dalam perkara yang buruk, maupun perkara baik.
Gigi bermasalah, awal mulanya dari lubang kecil di gigi. Perahu yang tenggelam, awal mulanya dari bocor tipis yang ada. Maka benar kiranya pendapat bahwa barang rusak itu jika tidak segera diperbaiki, dia akan kayak penyakit, menyebar kemana-mana.
Dalam lingkup tabiat pun, jika terlihat tanda-tanda, bibit-bibit perilaku tak baik dari anak, maka perbaiki dan benahi perilakunya. Jangan dibiarkan, karena dari hal yang semula kecil dapat menjadi kebiasaan, lalu melekat menjadi karakter. Tentu jika telah menjadi karakter akan lebih sukar dan rumit untuk diperbaiki.
Di sisi lain, kebaikan pun dapat diawali dari hal yang terlihat kecil. Membiasakan menabung sejak dini bagi anak dapat terbawa kemudian hingga dia dewasa. Awalnya dari menyisihkan uang jajan, ananda pun belajar antara kebutuhan dan keinginan
Lalu dari pertanda alam, tetesan air yang menetes sedikit demi sedikit jatuh melubangi sebuah batu. Batu itu berlubang karena tetesan air yang terus-menerus. Dari peristiwa itu, terdapat hikmah untuk terus mengasah kemampuan, terus berbuat kebaikan, melakukan sesuatu dengan tekun, rajin, dan sabar.
Untuk langkah kebaikan, ingatlah 1.000 langkah, selalu diawali dengan satu langkah pertama.
Konon dibutuhkan waktu 21 hari untuk membentuk kebiasaan, 90 hari untuk menjadi gaya hidup, serta 10.000 jam untuk menjadi ahli. Mari memulai kebiasaan baik dan membiasakannya.