Lampu Telah Dipadamkan
Arifin
Telah jam segini matamu belum juga terpejam
Apa yang merisaukan hatimu?
Segala macam cara telah kau tempuh agar tidur tepat waktu
White noise alami, maupun yang kau upayakan sendiri
Suara AC, rintik suara hujan
Sedangkan di pelantangmu silih berganti terdengar: suara air mengalir, suara ombak, suara jangkrik, suara retakan api unggun
Apa yang masuk ke tubuhmu pun kau pilah, pilih
Susu atau teh hangat
Sedangkan kopi tak menyentuhmu saat senja atau malam
Matamu masih tak kunjung terlelap
Domba telah kau hitung
Membaca telah kau lakoni
Mata tak kunjung memejam
Pikiranmu berkelana
Mengombang-ambing
Tentang kini
Risau masa depan
Sesal masa lalu
Sini, mari ke sini
Otak & hatimu perlu duduk sejenak
Menepi
Mengikhlaskan
Berserah
Berupaya dengan utuh di kini
Lampu telah dipadamkan
Semoga kau dapat meredam gemuruh risau di kepalamu