Kecepatan Kura-Kura Di Deret Ukur
Arifin
Tiap kita punya kecepatan masing-masing
Akselerasi
Menunggu
Tertinggal
Lebih dulu
Rumput tetangga yang lebih hijau
Standar: umur, kompetensi, daerah, nasional, internasional
Ya, kita tidak hidup di ruang hampa
Ada tekanan, tuntutan, perbandingan
Lalu bagaimana kau memaknai waktu?
Terlalu tua, terlalu muda
Waktu yang tepat sesungguhnya atau ditepat-tepatkan?
Jam yang berdentang
Tak ada waktu lagi
Kita diburu waktu
Kita dibatasi waktu
Ada yang memulainya lebih dulu
Bersama timbunan waktu, terbiasa, & ahli
Aku si kura-kura
Yang berjalan perlahan
Fokus saja dengan apa yang dituju
Si lamban yang membosankan, tapi teguh kemauan
Di “rimba” kau bebas mengupayakan jadi apa
Di “rimba”, kau tahu ada yang berpendapat ‘alon-alon waton kelakon’
Ada yang berkata, “Pelan pelan pak sopir!”
Ada yang lebih cepat, lebih cepat, lebih efektif lagi
Ada yang melambatkan diri, menatap senja
Bersama pilihan kecepatan, ada waktu yang detaknya seperti deret hitung atau deret ukur?