Carian
Bisakah Seseorang Merampungkan Tulisan Dalam “Sekali Duduk”? 
August 8, 2023 Arifin

Pernah mendengar istilah buku yang dibaca sekali duduk? Buku tersebut lazimnya terdiri dari puluhan halaman saja, sehingga dapat dikatakan tipis, serta dapat habis dibaca dalam sekali duduk.

Buku sekali duduk, bisa digunakan untuk memulai kebiasaan baik, yakni rutin membaca buku. Buku anak merupakan contohnya. Di samping itu buku sekali duduk dapat menjadi “teman perjalanan”, mudah dibawa, ataupun menjadi relaksasi ketika berpiknik.

Sekalipun dinamakan buku sekali duduk, namun pengerjaan penulisan bukunya bisa jadi tak semudah itu serta memakan waktu. Sementara itu di sisi lain, dikenal pula menulis dalam “sekali duduk”.

Dikarenakan menulis dalam sekali duduk, maka output dari tulisannya tentu tak sebanyak jika telah melalui bilangan hari, bulan, bahkan tahun. Oh iya, berapa lama sih “sekali duduk” itu? Hal tersebut dapat bervariasi tergantung siapa penulisnya. Wikipediawan Ivan Lanin yang berlatih bercerita setiap hari, memaknai “sekali duduk” selama 1,5 jam. Sedangkan sastrawan Budi Darma mengaku membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk menyelesaikan sebuah cerita pendek (cerpen) yang cukup panjang dalam hitungan “sekali duduk” itu.

Output dari menulis “sekali duduk” dapat berupa puisi, cerpen, artikel. Menulis “sekali duduk” juga kiranya baik untuk membiasakan menulis, melatih menulis. Di samping itu terdapat kegembiraan, dapat memupuk percaya diri, karena apa yang ditulis dalam “sekali duduk” dapat terselesaikan.

Menulis “sekali duduk” juga memungkinkan tulisan untuk rampung pada saat itu, serta tetap sejalur dengan konsep awal. Hal tersebut dapat dibandingkan bila berbilang hari, bulan, tahun, bisa jadi “soul” dari cerita, pesan yang ingin disampaikan, pengkarakteran, dapat tidak sinkron. Di samping itu terdapat “godaan” untuk merombak, mengutak-atik cerita, sudut pandang, pengkarakteran.

Menulis “sekali duduk” juga memungkinkan seseorang untuk menuangkan inspirasinya saat itu juga. “Bara” dalam cerita, semangat penceritaan, ide yang langsung disambut dan diselesaikan dalam “sekali duduk”.

Apakah Anda tertarik untuk merutinkan menulis “sekali duduk”?

Komen