Sulam Aksara : Ampuh & Perihal Ikhlas
rihadatul-aisy
AMPUH
Tandus raga berbekal jiwa,
Kosong tak berisi,
Rabak dek sagat deduri,
Berbekas hingga tampak isi,
Cakerawala emosi jadi saksi,
Saban hari menunggu sembuh,
Moga tetap saja kukuh,
Tak mudah kembali rapuh,
Hanya kerana secucuk duri yang tumbuh,
Moga terus ampuh.
PERIHAL IKHLAS
Refleksi peribadi saat sendiri,
Cuma bunyi-bunyi yang tak kau khuwatir jadi latar
Berselirat,
Banyak hal seolah merempuh sesama sendiri,
Menghentam dinding fikir kanan dan kiri,
Hingga suara hati mulai menyalahkan diri.
Ligat fikir konklusi,
Sebenarnya yang perlu cuma adaptasi,
Betulkan posisi,
Satu hal jadi jawapan paling serius,
Yakni,
” Tuhan telah menginzinkannya “,
Meski waktu kembali pada detik yang kau harapkan,
Sudah takdirnya begitu,
Mainkan saja peranannya,
” Waktu-waktu yang sukar ini pasti berlalu jua ” .
Demikianlah,
Dialog pujuk diri,
Yang hampir jadi zikir,
Harapnya,
Jadi Doa .
” Nanti mungkin akan ikhlas, tapi bukan hari ini ” .