Jom Upin & Ipin, Dari Belajar Pantun Hingga Karakter Susanti 

August 16, 2023
Uncategorized

Arifin

Baru-baru ini salah satu gubernur provinsi di Indonesia mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait serial Upin & Ipin. Padahal kiranya serial besutan Les’ Copaque Production tersebut memiliki kandungan yang bermanfaat dan membawa maslahat.

Menilik sejarah, Les’ Copaque pada tahun 2007, studio ini memperkenalkan karakter animasi Upin & Ipin untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri. Upin & Ipin sendiri kini telah merambah jauh ke berbagai negara dengan kisah, cerita yang hangat, dan bermakna.

Les’ Copaque senantiasa mengutamakan budaya, warisan Malaysia itu sendiri. Les’ Copaque melakukan sesuatu mengikut warisan dan budaya Malaysia serta hendak mengetengahkannya di mata dunia.

Les’ Copaque ketika membuat konten, haruslah sesuatu yang dekat di hati. Dibungkus dengan cerita, maka dihadirkanlah nostalgia, makanan-makanan yang kita selalu makan seharian, aktivitas-aktivitas yang dilakukan. Hal universal yang sama berlaku di kampung ataupun di bandar. Sesuatu dimana orang-orang dapat terhubung bersama, serta dapat mendiskusikan dan merasakannya bersama.

Sementara itu, di majalah Tempo dibedah mengenai awal semula Upin & Ipin. Dalam wawancaranya dengan Haji Burhanuddin Md.Radzi terungkaplah filosofinya.

Burhanuddin Radzi mengaku ide cerita Upin & Ipin berasal dari istri dan dirinya. “Saya ini anak kampung. Istri besar di daerah bandar (kota). Dia tidak tahu permainan anak-anak kampung. Saya waktu kecil memainkan permainan-permainan tradisional. Ceritanya berkembang dari situ. Istri saya yang membuat skripnya. Saya kembangkan dengan tokoh-tokoh,” jelas pemilik Les’ Copaque Burhanuddin Radzi.

Kisah Upin & Ipin sendiri memiliki latar di Kampung Durian Runtuh. Cerita Upin & Ipin merupakan film animasi dengan cerita anak-anak kampung. Secara cerita disajikan sederhana, menyebarkan semangat keberagaman, kesetaraan, dan harmoni dalam perbedaaan.

Upin & Ipin telah menjadi fenomena global. Di antaranya masuk daftar penerima Oscar 2020. Hal yang menunjukkan diterimanya secara lintas negara, etnis, agama, sebuah kisah yang berhulu dari “Kampung Durian Runtuh”.

Lantas konten apa saja dari serial Upin & Ipin yang menarik untuk dikulik? Di antaranya melestarikan pantun sejak dini. Hal tersebut diresonansikan melalui karakter Jarjit. Segmentasi penonton pada usia anak-anak teramat mungkin mendapatkan paparan positif mengenai pantun. Jarjit begitu sering melantunkan pantun dalam percakapannya.

Seperti pantun yang diungkap Jarjit sebagai berikut:

Dua, tiga bulu tangkis

Sudah kalah, jangan nangis

Lalu, dari sejumlah karakter di serial Upin & Ipin, makna toleransi dan keberagaman pun bisa didapatkan. Pada serial Upin & Ipin, keberagaman itu terlihat pada Upin, Ipin, Jarjit, Susanti, Ehsan, Fizi, Mail, sebagai contoh. Baik itu dari latar suku, tingkat ekonomi, ragam sifat.

Pada karakter Susanti memperlihatkan relasi antara Malaysia dan Indonesia. Dua negara serumpun yang dijahit dalam kohesi persahabatan dalam serial Upin & Ipin.

Sejumlah profesi pun dapat diperkenalkan di serial ini. Di antaranya pemadam kebakaran, bersama dengan tugas, pokok, dan fungsinya. Pun begitu dengan seniman seperti P.Ramlee. Pembelajaran tersebut terdapat pada serial Upin & Ipin.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd