Lebih Mengenal Disabilitas, Dari Gim Hingga Film
Arifin
Namanya Carson Pickett. Ia bermain sebagai bek kiri di Racing Louisville FC. Pickett merupakan pemain dengan disabilitas pertama di gim FIFA 23.
Hal tersebut merupakan salah satu “jembatan” untuk lebih memperkenalkan penyandang disabilitas. Penyandang Disabilitas secara definisi merupakan setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.
Sayangnya dalam konteks kehidupan keseharian, para penyandang disabilitas kerap mengalami diskriminasi serta dipahami secara salah. Maka berbagai pengenalan mengenai disabilitas layak diapresiasi, seperti Pickett di gim FIFA 23 tersebut.
Berbagai produk kreatif lainnya juga telah berupaya “memperkenalkan” penyandang disabilitas – di antaranya Profesor Xavier dalam kisah X-Men. Awal semula Xavier menjadi penyandang disabilitas fisik (tunadaksa) dapat ditemui di komik maupun film X-Men: First Class.
Lalu ada juga Mad-Eye Moody dalam kisah Harry Potter. Moody yang merupakan auror kehilangan satu kaki (digantikan dengan prostesis kayu).
Me Before You, Forrest Gump, Rising Phoenix, Taare Zameen Par, CODA, Miracle in Cell No. 7, A Quiet Place, A Beautiful Mind, Silenced – merupakan deretan film lainnya yang kiranya dapat membuat seseorang nondisabilitas dapat lebih mengerti dan memahami alam pikiran serta kondisi penyandang disabilitas.
Masih terkait lebih memahami penyandang disabilitas, pada sejumlah tayangan televisi di bagian pojok (terutama ketika dalam pemberitaan) lazimnya terdapat peraga bahasa isyarat. Hal tersebut selain mengenalkan mengenai konsep disabilitas juga dapat menjadi bahasa yang dimengerti bagi tunarungu.
Masih terkait tunarungu, di Malaysia terdapat 3 cawangan Starbucks Signing Store. Cawangan Starbucks Signing Store teranyar terletak di Vivacity Megamall yang merupakan cawangan pertama bagi Borneo. Sebelum ini, cawangan Starbucks Signing Store pertama telah dibuka di Bangsar Village II, Kuala Lumpur pada tahun 2016.Ia kemudian diperluaskan ke lokasi baru yaitu di Starbucks Signing StoreBurmah Road di Pulau Pinang pada tahun 2020.
Sementara di Indonesia, bila ke Starbucks Community Store Tata Puri akan dilayani oleh barista tuli dan barista dengan gangguan pendengaran lokal yang mengenakan apron hijau. Gerai ini terletak di Jl. Tanjung Karang No.3 Kebon Melati di Jakarta Pusat.
Menutup artikel, sesungguhnya pada sejumlah fasilitas publik telah diperkenalkan berbagai “jembatan pemahaman” tentang disabilitas. Sebut saja blok taktil, toilet khusus penyandang disabilitas, audio book di perpustakaan, dan sebagainya – yuk, saling mengerti dan memahami – untuk memandang disabilitas secara setara (baik sejak dalam pikiran dan tindakan).