Carian
Musik Untuk Anak & Penyandang Disabilitas 
August 24, 2023 Arifin

Musik selaiknya dapat dinikmati oleh berbagai segmentasi umur. Untuk itu perlu karya kreatif yang sesuai dengan peruntukan segmen pendengarnya. Di Indonesia, muncul kekhawatiran mengenai lagu-lagu anak yang dirasa kurang saat ini.

Tentu miris, jika anak menyanyikan lagu yang tak sesuai dengan umurnya. Padahal lagu dapat membentuk alam pikiran dan berperan pada apa yang dilakukan.

Lalu adakah tips tertentu dalam pembuatan lagu anak? Semoga dengan mengetahui tipsnya, bermekaranlah para kreator untuk menciptakan lagu anak, atau Anda pun dapat coba-coba mengulik musik, paling tidak untuk kebutuhan anak Anda.

Penulis lagu anak yang termasyhur, Ibu Sud menyarankan sebaiknya tidak menggunakan huruf tertentu.

“Jangan menulis lagu anak dengan banyak menggunakan huruf ‘r’. Kalau bisa sih dihindari atau jangan terlalu banyak memakai kosakata berhuruf ini. Sebab huruf ini susah diucapkan seorang anak kecil. Ini salah satu contohnya. Liriknya pun harus sederhana,” ujar Ibu Sud yang terkenal dengan lagu Tik Tik Bunyi Hujan.

Sementara itu Kak Zepe (penulis lagu anak) mengungkapkan bahwa lagu anak dapat dikatakan bermutu apabila penulisan lirik, pesan lagunya harus mudah dipahami. Ini berarti menggunakan kata-kata yang sederhana dan tidak terlalu panjang. Hal lainnya yakni lagu anak harus mengandung pesan moral yang berguna bagi anak-anak seperti persahabatan ataupun kerajinan.

Masih terkait musik, kali ini mengenai “akses” untuk dimainkan bagi penyandang disabilitas. Pianis Ananda Sukarlan lewat sejumlah karyanya membuat lagu bagi penyandang disabilitas.

Seperti dilansir harian Kompas, Ananda sudah menciptakan puluhan lagu untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus, seperti orang yang terlahir dengan satu tangan kiri, satu tangan kanan, punya beberapa jari, tunanetra, tidak punya kaki.

“Saya membayangkan kalau anak-anak berkebutuhan khusus sudah jadi pianis profesional, selanjutnya bagaimana. Musik apa yang tersedia. Maka, saya menciptakan materi lagu ini untuk mereka,” tutur Ananda yang namanya masuk dalam buku The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century. Deretan karya Ananda untuk orang berkebutuhan khusus, di antaranya “Rapsodia Nusantara No. 39” (untuk pianis dengan tangan kiri), “Rapsodia Nusantara No. 15” (dimainkan hanya dengan satu tangan), “Lonely Child” (dimainkan dengan satu tangan kiri). 

Komen