Carian
Melatih Daya Observasi Anak 
August 28, 2023 Arifin

Observasi diartikan sebagai peninjauan secara cermat. Mengingat detail merupakan kemampuan yang dimiliki oleh anak-anak, serta hendaknya dirawat dan dikembangkan. Rasa ingin tahu membuat mereka kerap “berhenti” di perjalanan, untuk melakukan pengamatan langsung, maupun bertanya kepada orang tuanya.

Lirik lagu “Lihatlah Lebih Dekat” cukup relevan untuk menggambarkan daya observasi anak.

Mengapa bintang bersinar?

Mengapa air mengalir?

Mengapa dunia berputar?

Lihat segalanya lebih dekat

Dan kau akan mengerti

Lalu apa kiranya yang dapat memupuskan serta meredupkan daya observasi anak? Bisa jadi karena pengaruh dari kita-kita yang senior. Baik itu dari orang tua, guru, lingkungan. Mungkin saja, kita yang senior jemu dengan aneka pertanyaan anak, hingga meminta mereka untuk tak usah kerap mempertanyakan ini-itu.

Di sisi lain daya observasi anak dapat terawat, serta mengembang, jika didampingi serta diberikan stimulasi. Bisa dengan melakukan aktivitas sederhana, dengan benda keseharian – yang terpenting mengasah daya observasi anak.

Rumah Main STrEAM misalnya, mengajak beraktivitas dengan “Sebut apa yang kamu lihat?”. Caranya dengan menyediakan 10-20 benda berukuran kecil yang ada di sekitar rumah, lalu letakkan di atas sebuah wadah. Ananda diminta mengamati dan mengingat benda-benda tersebut selama 30 detik, lalu menutup mata, serta menyebutkan benda yang diingat apa saja.

Masih terkait observasi, terdapat aktivitas lainnya yang dapat dilakukan, yakni dengan mengamati ciri-ciri mamalia yang ada di sekitar rumah. Bagaimana bentuk kepalanya? Berapa jumlah kakinya? Bagaimana mereka bernapas? Bagaimana mereka berkomunikasi? Dapatkah berenang? Apa yang mereka makan? Dengan observasi dan pertanyaan pemantik tersebut, anak dapat aktif mengamati serta mencari tahu. Di samping itu bak permainan dan tantangan bagi ananda untuk menemukan jawab.

Komen