Meski Lubang Kecil, Baiknya Gigi Ditambal 

September 5, 2023
Uncategorized

Arifin

Masyarakat dianjurkan untuk menambal gigi walau ukuran lubang kecil untuk mencegah risiko pemburukan lebih besar akibat sakit gigi. Maka dari itu penting untuk memeriksakan kesehatan gigi minimal enam bulan sekali sehingga bila ada lubang, dapat langsung ditangani agar tidak makin dalam.

Jika seseorang mengalami gigi berlubang sebelum timbul gejala seperti linu, dianjurkan untuk ditambal.

Bila seseorang dengan gigi berlubang namun belum mengalami nyeri, karena dampak lubang itu belum mengenai bagian tengah gigi atau disebut ruang pulpa dan belum memengaruhi jaringan dentin gigi.

Meski lubang di gigi terlihat kecil, tapi kemungkinan besar di dalam gigi, lubangnya sudah lebih besar sehingga lebih baik ditambal. Dengan penambalan, maka bakteri Streptococcus mutans, bakteri yang ditemukan di rongga mulut, tidak menjalar hingga ke dalam gigi.

Sedangkan bila seseorang sudah mengeluhkan nyeri, dianjurkan untuk dilakukan perawatan gigi yaitu perawatan akar gigi (RCT), karena rasa nyeri tersebut bisa jadi disebabkan telah terjadi infeksi di bagian jaringan pulpa yang di dalamnya terdapat jaringan pembuluh darah dan pembuluh syaraf.

Dalam tindakan medisnya, dokter akan membersihkan ruang pulpa tersebut agar steril dan bersih dari kuman atau bakteri, lalu diberikan antibiotik dan lubang gigi akan ditambal permanen. Penambalan ini agar tidak ada lagi jalan masuk kuman, sebagai akses masuk kuman ke dalam pembuluh darah di ujung akar.

Bila gigi lubang diabaikan dan tidak ditangani, Streptococcus mutans sebagai penyebab gigi berlubang, akan menumpuk di dalam gigi serta dapat masuk melalui jaringan pembuluh darah. Bila bakteri sampai di ujung akar gigi, lalu meradang karena ada nanah. Jika bakteri sampai ke pembuluh darah itu dapat menjalar ke beberapa bagian vital.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd